Tradisi-tradisi Unik dan Ekstrem yang Ada di Indonesia

Indonesia memang dikenal dengan keanekaragaman budayanya. Wilayahnya yang begitu luas terdiri dari beribu-ribu pulau. Tiap daerah atau pulau umumnya didiami oleh suatu kelompok masyarakat tertentu atau yang disebut dengan suku bangsa.

Suku yang mendiami masing-masing daerah atau pulau tentu saja memiliki tradisi atau adat-istiadat yang berbeda-beda. Tradisi ini merupakan kebiasaan turun-temurun yang telah dilakukan sejak zaman nenek moyang dan dilestarikan hingga kini.

Tradisi-tradisi Unik dan Ekstrem di Indonesia

Dari sekian banyak tradisi di Indonesia, ada beberapa diantaranya yang begitu unik, aneh dan bahkan terkesan ekstrem sehingga tak jarang membuat penonton bergidik ngeri. Dan inilah Tradisi-tradisi unik dan ekstrem yang ada di Indonesia.

1. Ikipalin (Papua)


Ikipalin tradisi unik dari Papua
                                                           Image : https://nyswardah.wordpress.com

Kita mulai dari Indonesia bagian timur. Tradisi ini adanya hanya di Papua yang dilakukan oleh Suku Dani secara turun temurun yang pasti membuat kita bergidik ngeri. Bagaimana tidak? Masyarakat Suku Dani memiliki tradisi yang begitu ekstrem namanya Ikipalin, yaitu sebuah tradisi potong jari.

Jika di Arab Saudi mungkin sudah tidak asing lagi dengan hukum potong tangan bagi pelaku pencurian. Namun bagi Suku Dani, potong jari bukanlah hukuman. Jadi ceritanya setiap ada keluarga terdekat meninggal, keluarga terdekatnya harus menanggung beban yang pada umumnya dilakukan oleh kaum ibu dengan cara memotong jarinya. Akan tetapi jika yang meninggal adalah istri yang tak memiliki orang tua, maka sang suami yang harus menanggungnya. Hal ini merupakan ungkapan rasa sedih karena kehilangan keluarga yang dikasihi.

Namun menurut informasi yang berkembang, tradisi potong jari ini sudah mulai langka. Kabarnya, tradisi ini pernah dilarang ketika zaman kolonialisme Belanda karena dinilai sangat ekstrem dan sadis.

2. Bambu Gila (Maluku)


Bambu Gila tradisi unik dari Maluku
                                                          Image : https://malukutourism.blogspot.com

Bambu gila merupakan permainan tradisional dari Maluku. Meskipun hanya sebuah permainan, namun bambu gila bukan permainan biasa karena permainan ini memiliki aura mistis. Konon bambu yang dimainkan ini memiliki kekuatan supranatural sehingga bambu menjadi berat  dan dapat bergerak dengan sendirinya.

Beberapa hal yang terlibat dalam permainan ini antara lain pawang, kemenyan, mantra, sebatang bambu berukuran 2,5 meter dengan jumlah ruas harus ganjil dan pemainnya juga harus berjumlah ganjil boleh lima atau tujuh pria dewasa. Permainan ini akan dimulai dengan pemanggilan roh ghaib dengan cara membakar kemenyan dan mengucapkan mantra tertentu. Roh tersebut nantinya akan merasuki bambu yang membuat bambu menggila dan menyebabkan para pemain kelelahan bahkan terpental.

3. Ma'nene (Tana Toraja, Sulawesi Selatan)


Ma'nene tradisi unik dari Tana Toraja
                                                         Image : www.rebelcircus.com

Tana Toraja merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Masyarakat Tana Toraja dikenal memiliki sebuah tradisi pemakaman yang aneh dan menyeramkan namanya tradisi Ma’Nene yaitu ritual untuk menghormati orang terkasih yang telah meninggal.

Ritual Ma'nene atau mengganti pakaian mayat sebutan masayarakat Toraja, diawali dengan berkunjung ke lokasi pekuburan leluhur mereka yang dinamakan Patane. Kemudian mayat yang tersimpan dan dalam keadaan utuh karena diberi bahan pengawet dibawa pulang, dibersihkan dengan menggunakan kuas kemudian jenazah dipakaikan baju baru hingga mendandaninya dengan berbagai perhiasan setelah itu mayat akan dibawa berjalan di sekitar desa dan disaksikan oleh keluarga dekat serta penduduk.

Meskipun sangat aneh dan menyeramkan, tradisi ini justru dianggap menarik dan menyita banyak perhatian para wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara.

4. Tau-Tau (Tana Toraja, Sulawesi Selatan)


Tau-Tau tradisi unik dari Tana Toraja
                                                             Image : www.drokpa.com

Selain Ma'nene, masyarakat Tana Toraja juga memiliki tradisi unik. Tradisi yang ada di sana adalah Tau-Tau. Tradisi ini merupakan rangkaian upacara pemakaman Rambu Solo. Tradisi Tau-Tau dijalankan dengan melakukan pembuatan patung kayu yang dipahat. Patung tersebut merupakan perwujudan orang yang sudah meninggal.

Selanjutnya patung tersebut akan dimakamkan dengan upacara Rambu Solo. Mereka akan memasukkan jasad keluarga yang meninggal ke dalam sebuah peti mati dan menempatkannya pada lubang kecil di dalam gua dan meletakkan patung tersebut di dekat lokasi pemakaman.

5. Pasola (Sumba, Nusa Tenggara Timur)


Pasola tradisi unik dari Pulau Sumba
                                                            Image : www.flickr.com

Pasola merupakan bagian dari rangkaian upacara tradisional masyarakat Sumba. Tradisi ini diadakan untuk menyambut masa tanam. Dalam permainan Pasola, terdapat dua kelompok ksatria berkuda yang sedang beradu ketangkasan melempar lembing kayu di sebuah padang savana.

Dalam permainan ini, para peserta telah menyiapkan tongkat kayu atau lembing. Mereka akan bertemu dalam arena perang dan saling melempar lembing. Lembing yang digunakan terbuat dari kayu dengan ujung tumpul. Namun meskipun tongkat tersebut dibiarkan tumpul, tidak jarang permainan ini melukai para pesertanya bahkan bisa memakan korban jiwa.

Dalam permainan ini, kucuran darah dari peserta Pasola sangat diharapkan sebab semakin banyak darah yang tertumpah maka diyakini panen akan berlimpah. Apabila ada korban jiwa, maka korban tersebut dianggap mendapat hukuman dari dewa karena telah melakukan suatu pelanggaran.

6. Pawai Tatung (Singkawang, Kalimantan Barat)


Pawai Tatung tradisi unik dari Singkawang
                                                           Image : http://unikgaul2.blogspot.com

Tatung merupakan atraksi yang terbilang sangat ekstrem. Atraksi ini diberi nama Pawai Tatung. Parade atraksi kesaktian warga Dayak-Tiongkok ini biasanya digelar untuk meramaikan perayaan Cap Go Meh, perayaan yang diselenggarakan pasca hari raya imlek.

Tatung dalam bahasa Hakka berarti orang yang dirasuki roh, dewa, leluhur, atau kekuatan supranatural. Atraksi ini dijalankan dengan cara menusuk-nusuk anggota tubuh dengan benda tajam. Para Tatung melakukan atraksi dengan mempertunjukkan kekebalan mereka. Ada yang menancapkan kawat-kawat baja runcing ke pipi kanan hingga tembus pipi kiri, menginjak pecahan kaca, menginjak bagian tajam sebilah pedang sambil minum arak atau bahkan menghisap darah ayam. Anehnya, para tatung itu sedikitpun tidak tergores atau terluka

Sebenarnya, Tatung itu sendiri merupakan tradisi Tionghoa yang berbaur dengan budaya Dayak yang hanya ada di Singkawang Kalimantan Barat. Pawai Tatung di Singkawang ini merupakan pesta rakyat terbesar di dunia.

7. Ritual Tiweh (Kalimantan Tengah)


                                                            Image : https://rahman-mukhlis.blogspot.com

Masih dari Pulau Kalimantan tepatnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Di daerah ini ada tradisi unik yang disebut Ritual Tiwah yaitu upacara adat keagamaan suku Dayak untuk mengantarkan tulang jenazah ke Sandung yang sudah disediakan. Sandung adalah tempat menyerupai rumah kecil yang khusus dibuat untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Bagi masyarakat Dayak, Ritual Tiwah diyakini sebagai sarana meluruskan perjalanan arwah mereka yang sudah meninggal untuk masuk surga. Bagi masyarakat Dayak, surga dikenal dengan nama Lewu Tatau yang merupakan sebuah tempat yang penuh kedamaian bersama Yang Maha Kuasa.

Selain itu, Ritual Tiwah juga ditujukan untuk membuang sial bagi keluarga yang ditinggalkan agar terhindar dari pengaruh buruk yang bisa saja datang kepada mereka. Itulah sebabnya Ritual Tiweh ini sangat sakral bagi masyarakat Dayak karena menyangkut masalah leluhur mereka.

8. Lompat Batu Fahombo (Nias, Sumatera Utara)


Lompat batu Fahombo tradisi unik dari Nias
                                                           Image : www.kamerabudaya.com

Lompat batu atau yang dikenal dengan nama Fahombo merupakan tradisi yang sudah menjadi ciri khas masyarakat Nias Sumatera Utara. Tradisi ini telah dilakukan selama berabad-abad secara turun temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi di tiap-tiap keluarga dari ayah pada anak laki-lakinya. Lompat batu ini juga menjadi pengukur kedewasaan dan keberanian para pemuda sebagai generasi keturunan pejuang Nias.

Jika sudah dirasa tiba waktunya, maka anak laki-laki tersebut akan melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 meter dan ketebalan 40 cm. Pemuda akan berlari kencang dari jarak yang tidak begitu jauh. Kemudian pemuda Nias menginjakkan kakinya pada sebongkah batu dan melompat ke udara melewati batu besar yang menyerupai benteng. Pemuda tersebut tidak boleh menyentuh puncak batu sedikit pun dan harus mendarat dengan sempurna. Jika tidak mendarat dengan sempurna, maka resikonya adalah mengalami cidera otot atau patah tulang.

Pada kenyataannya, tidak semua pemuda Nias mampu melompati batu setinggi 2 meter tersebut walaupun sudah berlatih sejak kecil. Masyarakat Nias percaya bahwa selain latihan, ada unsur magis dari roh leluhur agar seseorang berhasil melompati batu dengan sempurna.

Jika zaman dahulu, lompat batu digunakan untuk menentukan pantas tidaknya seorang pemuda Nias menjadi prajurit perang. Kini tradisi lompat batu bukan lagi untuk persiapan berperang antarsuku atau antar desa tetapi sebagai simbol budaya Nias. Atraksi Fahombo tidak hanya menjadi kebanggaan bagi seorang pemuda Nias tapi juga untuk keluarga mereka. Keluarga yang anaknya telah berhasil dalam atraksi Fahombo, maka akan mengadakan pesta dengan menyembelih beberapa ekor ternak.

9. Debus (Banten, Jawa Barat)


Debus tradisi unik dari Banten
                                                            Image : http://mazmuzie.blogspot.com

Debus merupakan atraksi yang mempertunjukkan kekebalan. Atraksi Debus dikenal sebagai kesenian asli masyarakat Banten. Atraksi melukai diri sendiri ini sangatlah ekstrem, yakni seperti menusuk diri dengan pisau atau mengiris bagian tubuhnya dengan senjata tajam, memakan gelas, menyayat lidah sendiri, makan api dan berbagai macam hal atraksi berbahaya lainnya. Uniknya, para pelaku atraksi tersebut akan selamat tanpa terluka sedikit pun.

Kesenian Debus sebenarnya kombinasi dari seni tari, seni suara dan seni kebatinan yang bernuansa magis. Namun orang-orang awam lebih mengenalnya sebagai seni bela diri. Konon, Kesenian Debus ini sudah dilakukan oleh Umat Islam sejak abad ke-16 silam hingga sekarang. Pada zaman dahulu, kesenian Debus digunakan para alim ulama untuk melawan penjajah.

10. Tradisi Makare-kare (Bali)


Makare-kare tradisi unik dari Bali
                                                          Image : www.pinterest.com

Makare-kare dikenal dengan istilah Mageret Pandan atau dikenal juga dengan perang pandan, adalah tradisi yang hanya ada di desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Bali. Tradisi Makare-kare ini bertujuan untuk persembahan kepada Dewa Indra yang diyakini sebagai Dewa Perang dan juga untuk menghormati para leluhur. Ritual ini digelar sekali dalam setahun yaitu pada bulan Juni.

Sebelum acara puncak dimulai, para peserta harus mengelilingi desa dengan tujuan memohon keselamatan. Selanjutnya mereka berperang. Alat yang digunakan saat perang adalah pandan berduri yang diikat dan disimbolkan sebagai sebuah gada dan dilengkapi dengan perisai dari rotan yang berfungsi sebagai tameng untuk menangkis serangan lawan. Perang ini hanya diikuti oleh kaum pria yang sudah mulai beranjak remaja. Perang tanding saat tradisi Makare-kare atau perang pandan ini hanya berlangsung sekitar 1 menit saja.

Selesai perang pandan, luka gores yang kebanyakan di punggung diobati dengan ramuan tradisional dari bahan kunyit yang dikenal begitu ampuh menyembuhkan luka. Setelah perang dalam tradisi Makare-kare selesai tidak boleh ada dendam diantara mereka, meski mereka sempat saling menyakiti karena itu adalah rangkaian upacara persembahan yang dilakukan dengan tulus ikhlas.

Demikianlah artikel yang membahas tentang Tradisi-tradisi Unik dan Ekstrem yang Ada di Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.

2 komentar:

  1. Menurut saya yang paling ekstrim dari 10 budaya Indonesia hanya Pawai Tatung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya benar ... Saya juga setuju dengan pendapat anda :)

      Hapus