Tampilkan postingan dengan label SBdP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBdP. Tampilkan semua postingan

Materi Seni Musik Kelas 4 Nada dan Alat Musik Melodis

Selamat datang kembali ... Artikel ini masih tentang pelajaran Seni Musik Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka. Pada pembelajaran seni musik kelas 4 Kurikulum Merdeka terdapat materi tentang Bunyi dan Jenis-jenis Alat Musik. Materi ini ada di bab/unit 1. Pada bab/unit 1 terdapat beberapa sub bab/ sub unit yang memuat pembahasan yang lebih mendalam.  

Sebelumnya kita telah mempelajari materi seni musik yang ada di bab 1 yaitu Irama dan Alat Musik Ritmis. Kali ini kita akan melanjutkan belajar bab 1 melalui Materi Seni Musik Kelas 4 tentang Nada dan Alat Musik Melodis.

Materi Seni Musik Kelas 4 Nada dan Alat Musik Melodis

Baca Juga ⇩

Apa yang dimaksud dengan nada? Apa yang dimaksud dengan alat musik melodis? Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan pemantik dalam kaitannya dengan pembelajaran seni musik kelas 4 kurikulum merdeka. Baiklah langsung saja kita pelajari materi seni musik yang ada di bab/unit 1 ini dimulai dari pembahasan tentang Nada kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang Alat Musik Melodis. 

Nada

Dalam pelajaran seni musik, nada memainkan peran penting dalam membentuk melodi dan harmoni sebuah komposisi musik. Dengan pemahaman yang baik tentang nada, seorang seniman musik dapat menciptakan karya yang beragam dan menarik, serta mampu menyampaikan pesan dan cerita melalui musiknya. Oleh karena itu, pengenalan dan penguasaan terhadap nada merupakan hal penting dalam pembelajaran seni musik.

Lalu apa yang dimaksud dengan nada? Apa kaitannya dengan alat musik melodis? Di bagian selanjutnya dari artikel ini akan membahas lebih mendalam mengenai apa yang dimaksud dengan nada dan apa yang dimaksud dengan alat musik melodis.

Pengertian Nada
Nada merupakan salah satu unsur penting dalam seni musik. Nada adalah tinggi rendahnya suara yang dihasilkan oleh alat musik atau suara manusia. Setiap nada memiliki frekuensi tertentu yang menentukan tinggi rendahnya suara. Dalam latihan pembelajaran nada, penting untuk menguasai kemampuan mendengar dan mengidentifikasi perbedaan tinggi rendahnya antara setiap nada.

Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi dari getarannya. Semakin besar frekuensinya, maka semakin tinggi nadanya. Sebaliknya, semakin kecil frekuensinya maka semakin rendah nadanya. Nada memiliki getaran yang beraturan sehingga menghasilkan jarak tertentu. 

Dua nada akan berbunyi berbeda jika memiliki tinggi nada yang berbeda. Jarak kedua nada biasanya disebut interval. Kita pasti pernah mendengar susunan nada do, re, mi, fa, sol, la, si, do'. Nada-nada tersebut adalah tangga nada yang tersusun sesuai jarak atau interval nada tertentu.

Di dalam teori musik, tiap nada punya tinggi nada atau tala tertentu yang berdasarkan frekuensinya maupun berdasar jarak relatif tinggi nada tersebut dengan tinggi nada patokan. Adapun sifat-sifat nada sebagai berikut.
a. Pitch, yaitu ketepatan jangkauan nada.
b. Durasi, merupakan lamanya sebuah nada harus dibunyikan.
c. Intensitas nada, yaitu keras lembutnya nada yang harus dibunyikan.
d. Timbre, merupakan warna suara yang berbeda pada tiap orang.

Dalam musik terdapat tiga jenis tangga nada, yaitu tangga nada diatonis, pentatonis, dan kromatis. Masing-masing memiliki urutan nada serta karakteristik yang berbeda. Berikut ini penjelasannya.

Nada Diatonis
Nada diatonis adalah nada yang terdiri dari tujuh buah nada. Nada tersebut menggunakan dua macam jarak nada, yaitu jarak 1 (satu) dan ½ (setengah). Bunyi khas yang dimiliki nada diatonis biasanya diperdengarkan pada musik modern atau model kontemporer. Tangga nada diatonis adalah do-re-mi-fa-sol-la-si-do', yang tersusun berturut-turut dari rendah ke tinggi. Contoh alat musik dengan tangga nada diatonis yakni piano, organ, harpa, harmonika, pianika, flute, klarinet, saksofon, seruling.

Nada diatonis terdiri dari dua macam, yakni diatonis mayor dan diatonis minor. Masing-masing memiliki urutan atau susunan nada yang berbeda. Berikut rinciannya :

(1) Nada Diatonis Mayor
Nada diatonis mayor lebih mudah dipelajari. Tidak heran calon musisi kerap memainkannya sebagai bentuk latihan. Entah itu dengan lagu genre pop atau anak-anak. Susunan jarak nadanya 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½. Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor umumnya diawali dan diakhiri dengan nada do. Nada mayor berkesan semangat dan riang gembira.

Contoh lagu nasional yang menggunakan nada diatonis mayor adalah :
Hari Merdeka 
Garuda Pancasila
Indonesia Raya
Berkibarlah Benderaku
Maju Tak Gentar
Bangun Pemudi Pemuda
Halo-Halo Bandung 

Contoh lagu anak-anak yang menggunakan nada diatonis mayor adalah :
Balonku
Naik Delman
Lihat Kebunku
Potong Bebek Angsa
Pelangi-Pelangi
Anak Kambing Saya
Di Sini Senang di Sana Senang

(2) Nada Diatonis Minor
Nada diatonis minor terbagi menjadi tiga macam, yakni minor harmonis, asli, dan melodis. Susunan jarak nadanya 1, ½, 1, 1, ½, 1, 1. Ciri-ciri tangga nada diatonis minor umumnya diawali dan diakhiri dengan nada la. Nada minor berkesan haru, sedih, kurang semangat, dan melankolis.

Contoh lagu nasional yang menggunakan nada diatonis minor adalah :
Syukur
Bagimu Negeri
Tanah Airku
Gugur Bunga
Mengheningkan Cipta
Ibu Kita Kartini
Hymne Guru

Contoh lagu anak-anak yang menggunakan nada diatonis minor adalah :
Kelinciku 
Kasih Ibu
Kucingku
Desaku
Ambilkan Bulan Bu
Burung Kakak Tua
Bintang Kecil

Nada pentatonis
Nada pentatonis adalah nada yang menggunakan lima nada pokok (penta-lima, tone-nada) dengan jarak yang berbeda-beda. Nada-nada dalam nada pentatonis tidak dilihat berdasarkan jarak nada, tetapi berdasarkan urutan dalam nada.

Nada ini biasanya digunakan untuk memainkan lagu-lagu rakyat atau tradisional dengan alat yang tradisional pula. Alat musik yang biasa dimainkan untuk nada pentatonis adalah gamelan, gambang kromong, calung, tifa, dan masih banyak lagi. Nada pentatonis terbagi atas dua nada, yaitu pelog dan slendro. Nada pentatonis pelog berkarakter hormat, hikmat, dan syahdu. Sementara slendro lebih ceria, riang gembira, dinamis, dan bersemangat. Keduanya memiliki fungsi dan peranan yang berbeda. 

Contoh penggunaan nada pentatonis pelog dan slendro bisa diamati dari lagu-lagu rakyat. Penggunaan nada pentatonis pelog ada pada lagu Ngusak Asing, Macepet-Cepetan, dan Gundul-Gundul Pacul. Sementara nada pentatonis Slendro ada pada lagu Janger, Lir Ilir, Cing Cangkeling, dan Te Kate Dinah.

Nada kromatis
Nada kromatis adalah nada yang menggunakan 12 macam nada dan semuanya berjarak ½. Nada kromatis merupakan kumpulan dari semua nada dalam musik. Hal itu dikarenakan nada selalu berulang oktafnya, maka nada kromatis sering dipakai untuk ke-12 nada dari oktaf.

Meski ada 12 nada dalam satu oktaf, hanya tujuh oktaf pertama dari abjad yang dipakai untuk nama nada, yaitu A, B, C, D, E, F, G. Adapun lima nada lain dalam nada kromatis diberi nama dengan menempatkan tanda kres (#) atau Mol (b) setelah nada notasi. Jenis nada ini banyak dipakai untuk jenis lagu rohani, jazz, blues, pop, dan beberapa rock. Contoh lagu dengan tangga nada kromatis ialah Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki) dan Bungong Jeumpa (Aceh).

Alat Musik Melodis

Alat musik melodis adalah alat musik yang bernada dan mempunyai irama tinggi rendah yang teratur. Alat musik melodis apabila dibunyikan (dimainkan) akan mengeluarkan nada-nada. Nada dalam alat musik melodis berfungsi untuk memberikan melodi pada lagu.

Berdasarkan cara memainkannya, alat musik melodis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu : 
✓ Alam musik melodis tiup, contohnya seruling, recorder, harmonika, pianika, saxophone.
✓ Alat musik melodis gesek, contohnya biola.
✓ Alat musik melodis petik, contohnya gitar dan harpa.
✓ Alat musik melodis pukul, contohnya kolintang, bonang, dan calung.
✓ Alat musik melodis tekan, contohnya piano dan akordion.
✓ Alat musik melodis getar/goyang, contohnya angklung.

Alat musik melodis berfungsi untuk memainkan melodi sebuah lagu. Hal yang penting dalam permainan alat musik melodis adalah keselarasan harmoni lagu. Berikut ini penjelasan beberapa contoh dan cara memainkan alat musik melodis.

Seruling
Contoh Alat Musik Melodis Seruling
Seruling adalah alat musik melodis yang dimainkan dengan cara ditiup. Saat meniup lubang di bagian pangkal, ujung jari-jari tangan juga perlu bekerja membuka dan menutup lubang-lubang yang berfungsi sebagai penghasil nada. Seruling sering digunakan sebagai pembelajaran musik di bangku sekolah. Berdasarkan bahannya, seruling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak, emas, atau campuran keduanya, sedangkan seruling untuk pelajar umumnya terbuat dari bambu, plastik, nikel-perak, atau logam yang dilapisi perak.

Recorder
Contoh Alat Musik Melodis Recorder
Recorder merupakan alat musik melodis tiup dari bahan kayu atau plastik. Recorder terdiri dari beberapa macam, yaitu :
(1) Recorder sopranino : apabila semua lubangnya ditutup menghasilkan nada f'.
(2) Recorder soprano : apabila semua lubangnya ditutup menghasilkan nada c'.
(3) Recorder alto : apabila semua lubangnya ditutup menghasilkan nada f'.
(4) Recorder tenor : apabila semua lubangnya ditutup menghasilkan nada c.
(5) Recorder bass : apabila semua lubangnya ditutup menghasilkan nada f.
Cara menyetem (mengakurkan) recorder, yaitu bila bagian yang ditiup dan bagian tengah recorder dirapatkan, nadanya akan semakin tinggi dan sebaliknya.

Harmonika
Contoh Alat Musik Melodis Harmonika
Harmonika adalah alat musik melodis yang dimainkan dengan cara dihisap dan ditiup sambil menggeser ke arah kiri dan kanan pada lubang yang telah tersedia untuk menghasilkan suara. 

Pianika
Contoh Alat Musik Melodis Pianika
Panika adalah alat musik melodis yang nada-nadanya terletak pada tempat yang dinamakan tuts. Tuts pianika terdiri dari tuts putih dan tuts yang berwrna hitam. Cara memainkan pianika, yaitu dengan menekan tuts pianika dan meniup dengan selang udara. Keras lemahnya bunyi pianika tergantung dari tiupan yang dilakukan. Pianika berperan untuk membunyikan/memahami melodi atau akor harmonis.

Saxophone
Contoh Alat Musik Melodis Saxophone
Saxophone adalah alat musik melodis yang dimainkan dengan cara ditiup. Bentuknya seperti cangklong rokok dan terdapat bagian khusus untuk meniupnya. Nada-nada pada alat musik melodis ini diatur dengan cara menutup dan membuka lubang pada tabung saxophonenya.

Biola
Contoh Alat Musik Melodis Biola
Biola adalah alat musik melodis yang dimainkan dengan cara digesek. Bentuk biola sama seperti gitar, tetapi ukurannya lebih kecil. Terdapat 4 jenis senar di biola yang menghasilkan nada berbeda. Pemain biola menggunakan alat penggesek biola yang disebut Bow untuk menghasilkan nada dari senar.

Gitar
Contoh Alat Musik Melodis Biola
Gitar adalah alat musik melodis berdawai. Cara memainkannya adalah dengan dipetik senarnya, sehingga suara yang dihasilkan akan dapat berfungsi sebagai pengiring lagu. Saat ini, gitar memiliki 3 jenis yakni gitar akustik yang biasa digunakan sebagai alat instrumen solo, gitar elektrik yang dapat dijadikan sebagai instrumen berbagai genre musik, dan gitar listrik yang tentunya harus disambungkan ke aliran listrik.

Harpa
Contoh Alat Musik Melodis Harpa
Harpa adalah alat musik melodis yang dimainkan dengan cara dipetik. Bentuk harpa sangat besar dan tinggi, sehingga untuk memainkannya biasanya orang harus duduk dan berdiri untuk mencapai senarnya.

Kolintang
Contoh Alat Musik Melodis Kolintang
Kolintang adalah alat musik melodis yang memiliki bentuk berupa susunan bilah-bilah kayu berderet dengan ukuran yang berbeda dan dipasang di atas sebuah bak kayu. Kolintang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan mallet atau alat pemukul khusus. 

Bonang
Contoh Alat Musik Melodis Bonang
Bonang adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam, seperti kuningan, perunggu atau besi. Bonang dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh bagian atasnya menggunakan alat pemukul khusus yang disebut bindhi. Alat musik bonang merupakan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan musik gamelan Jawa, Bali dan Sunda. 

Calung
Contoh Alat Musik Melodis Calung
Calung adalah alat musik melodis berbahan dasar dari bambu. Cara memainkannya dengan cara dipukul pada bagian bilah atau ruas bambunya. Alat musik ini menghasilkan nada pentatonik yang kerap digunakan sebagai iringan seni pertunjukan khas Sunda.

Piano
Contoh Alat Musik Melodis Piano
Piano adalah alat musik melodis yang dimainkan dengan cara menekan tuts berwarna hitam dan putih. Seorang pianis menggunakan kedua tangannya untuk memainkan piano. Piano menghasilkan nada yang berbeda ketika menekan tuts berwarna hitam dan putih. 

Akordion
Contoh Alat Musik Melodis Akordion
Akordion adalah alat musik melodis yang digantungkan di badan. Cara memainkannya dengan menekan tuts-tuts akor dengan jari tangan kiri, sementara jari tangan kanan memainkan melodi lagunya. Ketika memainkan akordion, bagian yang berlipat-lipat akan terdorong dan tertarik untuk menggerakkan udara yang ada di dalamnya.

Angklung
Contoh Alat Musik Melodis Angklung
Angklung adalah alat musik melodis yang terbuat dari bilah-bilah bambu berukuran kecil hingga besar yang disusun jadi satu bingkai. Cara memainkan angklung yaitu digoyangkan atau digetarkan satu persatu hingga bersuara.

Demikianlah Materi Seni Musik Kelas 4 Nada dan Alat Musik Melodis yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Materi Seni Musik Kelas 4 Irama dan Alat Musik Ritmis

Selamat datang kembali ... Artikel ini masih tentang pelajaran Seni Musik Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka. Pada pembelajaran seni musik kelas 4 Kurikulum Merdeka terdapat materi tentang Bunyi dan Jenis-jenis Alat Musik. Materi ini ada di bab/unit 1. Pada bab/unit 1 terdapat beberapa sub bab/ sub unit yang memuat pembahasan lebih rinci.  

Sebelumnya kita telah mempelajari materi seni musik yang ada di bab 1 yaitu Mengenal Bunyi dan Jenis Alat Musik. Kali ini kita akan melanjutkan belajar bab 1 melalui Materi Seni Musik Kelas 4 tentang Irama dan Alat Musik Ritmis.

Materi Seni Musik Kelas 4 Irama dan Alat Musik Ritmis

Baca Juga ⇩

Baiklah langsung saja kita pelajari materi seni musik yang ada di bab/unit 1 ini dimulai dari pembahasan tentang Irama kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang Alat Musik Ritmis. 

Irama

Secara bahasa, irama atau ritme berasal dari bahasa Yunani, rhytmos, yaitu suatu alunan bunyi teratur dan berulang. Irama dalam musik terbentuk dari sekelompok bunyi dan diam dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendek (tempo) serta adanya ketukan, membentuk pola irama. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), irama adalah gerakan berturut-turut secara teratur; turun naik lagu (bunyi dan sebagainya) yang beraturan. Irama dapat disebut juga dengan gerakan yang teratur, atau ritme. 

Irama juga disebut sebagai turun naik lagu yang beraturan atau alunan yang terjadi karena perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dalam arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan juga tinggi rendah nada.

Irama sebagai rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar dalam musik. Irama tersusun atas dasar ketukan yang terdiri dari ketukan kuat atau ketukan lemah. Irama memiliki dua pengertian.

Pengertian pertama, irama diartikan sebagai ketukan yang selalu tetap dalam suatu lagu berdasarkan pengelompokan ketukan kuat dan ketukan lemah. Pengertian kedua, irama diartikan sebagai ketukan-ketukan berdasarkan panjang pendeknya atau nilai nada dalam suatu lagu.

Fungsi Irama
Fungsi irama adalah sebagai penggerak utama pada sebuah musik atau lagu, menentukan tempo dalam sebuah lagu, dan memberikan struktur komposisi. Irama adalah tentang bagaimana musisi terhubung saat mereka bermain bersama. Drum, perkusi, bass, gitar, dan piano, semuanya dapat dianggap sebagai instrumen irama, bergantung pada konteksnya.

Elemen dalam Irama
Irama adalah salah satu unsur dalam musik yang berguna untuk membuat suatu musik lebih indah dan bisa dinikmati. Meski begitu, irama termasuk unsur yang cukup kompleks. Untuk berhasil menciptakan irama yang sesuai, terdapat beberapa elemen yang harus terpenuhi. Elemen-elemen tersebut meliputi
tanda birama, meter, tempo, ketukan, dan sinkopasi. Berikut ini pembahasan selengkapnya.

Tanda birama
Tanda birama adalah tanda untuk menunjukkan jumlah ketukan per hitungan. Tanda birama juga menunjukkan berapa lama ketukan ini bertahan. Misalnya, dalam tanda birama dengan 4 di bagian bawah, seperti 2/4, 3/4, 4/4, dan 5/4. Jadi, dalam waktu 4/4, setiap ketukan adalah panjang nada seperempat, dan setiap empat ketukan membentuk ukuran penuh.

Meter 
Meter dalam musik adalah unit dasar pengukuran yang membantu menentukan panjang dan waktu dari sebuah karya musik. Teori musik Barat standar membagi tanda birama menjadi tiga jenis pengukur musik, yaitu pengukur ganda (di mana ketukan muncul dalam kelompok dua), pengukur tiga (di mana ketukan muncul dalam kelompok tiga), dan pengukur empat kali lipat (di mana ketukan muncul dalam kelompok empat). Meter tidak terikat pada nilai not ; misalnya, tiga meter bisa melibatkan tiga nada setengah, tiga catatan perempat, tiga catatan kedelapan, tiga catatan enam belas, atau tiga catatan dengan durasi berapa pun.

Tempo
Tempo adalah hitungan ketukan atau tanda cepat dan lambatnya suatu lagu.  Ada tiga cara utama mengkomunikasikan tempo kepada pemain alat musik yaitu ketukan per menit, terminologi Italia, dan bahasa modern.

Johann Nepomuk Malzel menemukan alat untuk mengukur tempo musik yang diberi nama Metronome Maize. Alat ini dapat memberi tanda berupa ketukan teratur yang dapat disetel sesuai dengan tempo lagu. Jika disejajarkan dengan tempo lagu, metronome akan memberi tanda kecepatan sebagai berikut. Lihat gambar di bawah ini !
Gambar Contoh Tanda Tempo
Tanda tempo adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.  Tempo dibagi menjadi tiga, yaitu tempo cepat, tempo sedang, dan tempo lambat. Berikut ini selengkapnya pembagian tanda tempo.

(1) Tempo cepat
Tempo cepat berarti irama lagunya cepat. Biasanya lagu yang bertempo cepat dinyanyikan dengan gembira dan bersemangat. Tempo cepat meliputi : 
Allegro : cepat
Allegratto : agak cepat
Allegrissimo : lebih cepat
Presto : cepat sekali
Presstissimo : secepat-cepatnya
Vivase : cepat dan girang

(2) Tempo sedang
Tempo sedang adalah irama lagu yang dinyanyikan dengan kecepatan sedang, artinya dinyanyikan tidak cepat dan tidak lambat. Pada umumnya lagu yang mempunyai tempo sedang memiliki sifat gembira dan megah. Tempo sedang meliputi : 
Moderato : sedang
Allegro moderato : cepatnya sedang
Andante : perlahan-lahan
Andantino : kurang cepat

(3) Tempo lambat
Tempo lambat adalah irama sebuah lagu dengan kecepatan yang perlahan. Pada umumnya irama lambat dipakai untuk menyanyikan lagu sedih, syahdu, dan romantis. Tempo lambat meliputi :
Largo : lambat
Largissimo : lebih lambat
Largeto : agak lambat
Adagio : sangat lambat penuh perasaan
Grave : sangat lambat dan sedih
Lento : sangat lambat berhubung-hubungan

Ketukan yang kuat dan ketukan yang lemah
Irama menggabungkan ketukan yang kuat dan ketukan yang lemah. Ketukan yang kuat mencakup ketukan pertama pada setiap hitungan (ketukan suram), serta ketukan beraksen berat lainnya. Musik populer dan musik klasik menggabungkan ketukan yang kuat dan ketukan yang lemah untuk menciptakan pola ritme yang berkesan.

Sinkopasi
Irama sinkron adalah ritme yang tidak sejajar dengan detak lambat ukuran individu. Ketukan sinkopasi akan memberi penekanan pada ketukan lemah tradisional, seperti nada kedelapan kedua dalam ukuran 4/4. Irama kompleks cenderung mencakup sinkopasi. Meskipun ritme ini mungkin lebih sulit dipahami oleh musisi pemula, ritme ini cenderung terdengar lebih mencolok daripada pola ritme yang tidak sinkron.

Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis adalah alat musik tak bernada, tetapi mempunyai bunyi yang berbeda-beda dan juga mempunyai tinggi yang berbeda pula. Misalnya drum, marakas, kastanyet, ringbell, triangle, tamborin, rebana, bongo, gendang, ketipung, dan simbal. Alat musik ritmis berfungsi memainkan ritme, mengiringi, dan membentuk irama. Cara memainkan alat musik ritmis dengan cara dipukul atau ditepuk, dan digoyangkan. Berikut ini beberapa contoh alat musik ritmis.

Drum
Contoh Alat Musik Ritmis Drum
Drum biasanya dimainkan dengan cara dipukul menggunakan sepasang stick (tongkat). Drum pada umumnya tidak hanya berdiri sendiri saat dimainkan, melainkan disajikan dalam satu set yang terdiri dari Snare, Bass, Tom-Tom, Cymbal, dan hardware, seperti pedal, tom holder, kursi drum, dan stand hi hat.

Marakas

Contoh Alat Musik Ritmis Marakas
Marakas merupakan alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara digoyangkan oleh tangan. Marakas biasanya terbuat dari kayu, atau labu kering, atau plastik dengan bagian dalam yang diisi material berpartikel kecil seperti biji-bijian atau bahan lain yang dapat beresonansi dengan lapisan utamanya.

Tamborin
Contoh Alat Musik Ritmis Tamborin
Tamborin merupakan sebuah alat musik ritmis yang dimainkan denga cara ditabuhkan dengan tangan dan digoyang-goyangkan. Tamborin umumnya berbentuk lingkaran yang terbuat dari kayu ataupun plastik. Pada setiap bagian sisi bingkainya terdapat sepasang logam bulat tipis seperti simbal yang menghasilkan bunyi gemerincing ketika digoyangkan.

Terdapat dua jenis tamborin, yakni tamborin yang terdapat membran yang menyelimuti salah satu sisi permukaannya (umumnya membran terbuat dari kulit sapi atau lembu) dan tamborin cik-cik yang tidak memiliki membran. Tamborin banyak digunakan untuk mengiringi musik-musik ritual maupun keagamaan.

Kendang
Contoh Alat Musik Ritmis Kendang
Kendang merupakan alat musik tradisional yang termasuk ke dalam alat musik ritmis. Kendang dapat menghasilkan bunyi dengan cara dipukul menggunakan dua telapak tangan secara langsung maupun dengan alat pemukul kendang. Biasanya kendang dapat ditemukan dalam permainan musik gamelan.

Ketipung
Contoh Alat Musik Ritmis Ketipung
Ketipung merupakan alat musik ritmis yang bunyinya menyerupai kendang. Dalam memainkan ketipung diperlukan teknik khusus karena pemain tidak menggunakan seluruh telapak tangannya seperti kendang, melainkan ada beberapa ketukan yang hanya dibunyikan dengan memakai jari saja. Ketipung dapat menghasilkan bunyi seperti "pung" dan "tak" yang memiliki peran penting dalam musik dangdut dan keroncong.

Tifa
Contoh Alat Musik Ritmis Tifa
Tifa merupakan alat musik tradisional berbentuk tabung dan terbuat dari bahan kayu yang tebal dan dilapisi oleh kulit hewan. Alat musik ini berasal dari Indonesia bagian timur, tepatnya di daerah Papua dan Maluku. Suara yang dihasilkan dari alat musik tradisional tifa ini memiliki karakteristik mirip dengan kendang.

Kastanyet
Contoh Alat Musik Ritmis Kastanyet
Kastanyet merupakan sebuah alat musik ritmis yang terbuat dari kayu berbentuk lingkaran dan menyerupai kerang. Cara memainkan alat musik ini hanya dengan menepukkan kedua sisinya hingga seperti sedang mencapit. Alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi beberapa tarian, khususnya tarian Flamenco yang berasal dari Spanyol.

Simbal tangan
Contoh Alat Musik Ritmis Simbal Tangan
Simbal merupakan salah satu alat musik ritmis yang terbuat dari lempengan logam pipih berbentuk lingkaran dengan bagian tengah yang menonjol dan berlubang. Berdasarkan fungsinya, simbal merupakan alat musik perkusif yang dimainkan untuk memberi ketukan pada irama tertentu dalam
sebuah lagu. Simbal dapat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stick (ketika menjadi satu kesatuan dengan drum set) ataupun dengan membenturkan dan menggesekkan satu sama lain (simbal tangan).

Rebana
Contoh Alat Musik Ritmis Rebana
Rebana umumnya terbuat dari kayu berbentuk lingkaran pipih yang diselimuti membran yang terbuat dari kulit kambing. Rebana merupakan alat musik ritmis yang identik dengan musik-musik berbau Islami karena umumnya digunakan untuk mengiringi sholawat, kosidah, maupun tari zapin, dan hadroh. Rebana dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan. Pada zaman dahulu rebana juga digunakan oleh Wali Songo sebagai media dalam menyebarkan Islam di pulau Jawa. Di Indonesia terdapat beberapa jenis rebana yang dikenal, antara lain rebana banjar, jidor, kombang, biang, marawis, hadroh, dan samroh.

Triangle
Contoh Alat Musik Ritmis Triangle
Alat musik triangle merupakan alat musik ritmis yang terbuat dari sepotong bahan logam seperti baja yang berbentuk segitiga dengan salah satu ujung yang terbuka. Pada salah satu sudutnya terdapat lubang kecil yang berfungsi untuk mengaitkan tali berbahan kawat atau nilon sebagai pegangan. Cara memainkan triangle adalah dengan memukul bagian dalamnya dengan tongkat kecil yang juga terbuat dari bahan logam.

Demikianlah artikel tentang Materi Seni Musik Kelas 4 Irama dan Alat Musik Ritmis yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat dan tetap semangat belajar ....

Materi Seni Musik Kelas 4 Mengenal Bunyi dan Jenis Alat Musik

Selamat datang kembali ... Setelah membagikan materi Seni Musik kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan Semester 2, pada kesempatan kali ini admin ingin mengajak adik-adik untuk mempelajari Materi Seni Musik Kelas 4 yaitu Mengenal Bunyi dan Jenis Alat Musik.

Seperti yang telah admin bahas pada postingan sebelumnya, berdasarkan Buku Panduan Guru Seni Musik terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, materi Seni Musik kelas 4 SD Kurikulum Merdeka terdiri dari 4 bab (unit) yang diajarkan di semester 1 dan semester 2.

Materi Seni Musik Kelas 4 Mengenal Bunyi dan Jenis Alat Musik

Pada pembelajaran seni musik kelas 4 Kurikulum Merdeka terdapat materi tentang Bunyi dan Jenis-jenis Alat Musik. Materi ini ada di bab/unit 1. Pada bab/unit 1 terdapat beberapa sub bab/ sub unit yang memuat pembahasan lebih rinci.  

Nah, di postingan ini kita akan mempelajari materi yang telah disebutkan di atas. Mempelajari materi per bab atau sub materi memang diperlukan agar peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang seni musik yang diajarkan di sekolah khususnya yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Baiklah langsung saja kita pelajari materi yang ada di bab/unit 1 dimulai dari Mengenal Bunyi dan Sumbernya kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Jenis Alat Musik. 

Mengenal Bunyi dan Sumbernya

Bunyi adalah getaran di udara. Bunyi dapat dihasilkan dari berbagai benda dan hampir setiap makhluk hidup dapat menghasilkan suatu bunyi. Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yaitu benda yang bergetar. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang dapat merambat melalui medium. Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.

Bunyi merupakan salah satu bentuk energi yang ada di dunia ini. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mendengarkan beranekaragam suara, mulai dari suara musik, kicauan burung, klakson kendaraan bermotor, suara pesawat, kereta api, dan suara orang yang sedang berbicara. Semua suara itu dapat kita dengar karena adanya sumber suara/bunyi. Alat indra yang berfungsi sebagai alat untuk mendengar bunyi adalah telinga. Bunyi memberikan manfaat yang sangat banyak bagi kita. Dengan adanya bunyi, maka dunia tidak akan sepi.

Setiap hari kita mendengar beragam bunyi. Bunyi dihasilkan oleh sumber bunyi. Benda atau alat yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Sumber bunyi bisa berasal dari mana saja termasuk manusia yang dapat menghasilkan bunyi karena adanya getaran pita suara. Bunyi ada yang kuat dan ada yang lemah. Kuat lemahnya bunyi dibedakan menjadi tiga yaitu bunyi yang keras, sedang, dan lemah.

1. Bunyi keras, contohnya suara teriakan dan suara petasan.
2. Bunyi sedang, contohnya suara orang bercakap-cakap.
3. Bunyi lemah, contohnya suara orang berbisik-bisik.

Ada beragam jenis bunyi, yaitu bunyi berdasarkan bunyi alam dan buatan, bunyi berdasarkan panjang pendek, bunyi berdasarkan aksen (tekanan), dan bunyi yang ada di sekitar kita.

Bunyi alam dan bunyi buatan
Bunyi alam, yaitu bunyi yang berasal dari hewan atau alam sekitar. Contoh bunyi alam adalah suara hujan. Sedangkan bunyi buatan adalah bunyi yang berasal dari benda buatan manusia. Bunyi dapat berasal dari benda. Benda berbunyi bila bergerak atau dipukul. Mobil berbunyi bila digerakkan. Bel berbunyi bila ditekan. Gong berbunyi bila dipukul.

Bunyi panjang dan bunyi pendek
Bunyi panjang, yaitu bunyi yang terdengar panjang atau lebih lama daripada bunyi pendek. Contoh: suara kereta api. Bunyi pendek, yaitu bunyi yang terdengar pendek. Contoh bunyi pendek adalah bunyi detak jarum jam.

Bunyi berdasarkan tekanan (Aksen) 
Aksen artinya tekanan. Aksen bunyi ada dua, yaitu aksen lemah dan kuat. Aksen lemah, terdengar lebih lemah karena tekanannya lemah. Sedangkan aksen kuat, tekanannya lebih kuat karena terdengar lebih keras.

Bunyi di sekitar kita
Bunyi juga dapat dihasilkan oleh suara-suara yang ada di sekitar. Contoh bunyi di sekitar kita, yaitu langkah kaki atau ketukan meja, identik dengan alat musik pukul. Suara pintu yang terbuka atau gesekan penghapus papan tulis, identik dengan alat musik gesek. Suara angin, burung, dan siulan seseorang, identik dengan alat musik tiup. Gemericik air hujan, identik dengan alat musik petik.

Bunyi yang ada di sekitar kita dapat digunakan untuk mengenali berbagai jenis alat-alat musik modern. Berikut beberapa contohnya.
1. Drum atau tamborin menghasilkan bunyi dengan cara dipukul. Alat musik lain yang memainkannya dengan cara dipukul adalah marimba, piano, marakas, rebana, dan triangle.
2. Gitar dapat menghasilkan bunyi dengan cara dipetik. Alat musik lain yang memainkannya dengan cara dipetik adalah ukulele, banjo, harpa, siter, kecapi, dan sasando.
3. Biola dapat menghasilkan bunyi dengan cara digesek. Alat musik lain yang memainkannya dengan cara digesek adalah cello, rebab, dan contra bass.
4. Seruling atau terompet yang menghasilkan bunyi dengan cara ditiup. Alat musik lain yang memainkannya dengan cara ditiup adalah flute, terompet, tuba, dan klarinet.

Jenis Alat Musik

Setiap alat musik memiliki karakter serta bunyi yang menjadi ciri khas dan memberi warna yang berbeda dalam dunia musik. Jenis alat musik sendiri dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan sumber bunyinya, cara memainkannya, pengeras suaranya, hingga fungsinya. Namun, kebanyakan orang lebih mengenali alat musik dari cara memainkannya. Nah, untuk mengetahui selengkapnya mengenai jenis alat musik, mari simak pembahasan berikut ini.

Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya 

Jenis alat musik dapat dikelompokkan berdasarkan sumber bunyinya. Jenis alat musik ini dibagi menjadi lima kelompok diantaranya yaitu idiofon, membranofon, aerofon, kordofon, dan elektrofon. Pengelompokan ini berdasarkan pusat sumber bunyi yang menghasilkan suara atau nada. Berikut penjelasan jenis alat musik berdasarkan sumber bunyinya.

Idiofon
Idiofon adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya (getaran badan alat musiknya). Contoh: drum, angklung, gong, kolintang, kabasa.

Membranofon
Membranofon adalah macam-macam alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. Contoh: tifa, drum, kendang, rebana.

Aerofon
Aerofon adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga. Bunyinya berasal dari getaran udara yang ada dalam alat musik tersebut. Contoh: flute, pianika, terompet, harmonika, trombone.

Kordofon
Kordofon adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contoh: bass, gitar, biola, siter, piano, kecapi.

Elektrofon
Elektrofon adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari tenaga listrik (elektronik). Contoh: keyboard, gitar elektrik, bass elektrik, drums elektrik.

Jeni Alat Musik Berdasarkan Cara Memainkannya 

Berdasarkan cara memainkannya, alat musik terbagi menjadi 5 (lima) kelompok, diantaranya yaitu alat musik sentuh atau tekan, alat musik petik, alat musik tiup, alat musik gesek, alat musik pukul. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.    

Alat Musik Sentuh/Tekan
Alat musik sentuh atau tekan adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara disentuh atau ditekan. Alat musik ini akan mengeluarkan sebuah irama ketika disentuh atau ditekan. Contoh alat musik sentuh atau tekan yaitu organ, keyboard, piano.

Alat Musik Petik
Alat musik petik adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara memetiknya. Alat musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan melalui petikan. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya dawai. Contoh alat musik petik antara lain, alat musik petik barat ; gitar klasik, gitar spanyol, dan harpa. Alat musik petik timur ; cak, cuk, siter, kecapi, dan sasando.

Alat Musik Tiup
Alat musik tiup adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik tiup menghasilkan suara saat suatu kolom udara di dalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi gelombang yang dihasilkan terkait dengan panjang kolom udara dan bentuk instrumen, sedangkan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar, konstruksi instrumen, dan cara menghasilkannya. Contoh alat musik tiup, antara lain alat musik tiup barat ; flute, terompet, saxophone, rekorder, clarinet. Alat musik tiup timur ; sawangan, gong bumbung, seruling, serunai.

Alat Musik Gesek
Alat musik gesek adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara digesek pada beberapa bagiannya. Alat musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek. Seperti alat musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek dawai. Contoh alat musik gesek antara lain alat musik gesek barat ; violin piccolo, biola, biola alto, viola pomposa, cello, violin contrabass. Selain itu, ada juga macam-macam alat musik gesek dari timur, yaitu rebab, kokiu, ravanstron, sarungi.

Alat Musik Pukul
Alat musik pukul adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik pukul ini menghasilkan suara ketika dipukul atau ditabuh. Alat musik pukul dibagi menjadi dua, yakni bernada dan tidak bernada. Bentuk dan bahan bagian-bagian instrumen serta bentuk rongga getar, akan menentukan suara yang dihasilkan instrumen. Contoh alat musik pukul bernada adalah kolintang. Contoh alat musik pukul tidak bernada adalah drum dan bongo.

Karena cara memainkannya dengan cara dipukul, maka sering kali alat musik ini disebut alat musik perkusi. Contoh alat musik pukul dari barat adalah drum sett (snare drum, high tom, middle tom, flor tom, bass drum, lowboy/hat/high hat, crash cymbal, ride cymbal, splash cymbal, chines cymbal, cowbell, jamblock, timbalis, djimbe, conga, bongo, hangdrum, xylophone, octoban, subkicker, timpani, triol, queen tom). Alat musik pukul dari timur, antara lain kentongan, rebana dan seperangkat gamelan Jawa.

Jenis Alat Musik Berdasarkan Pengeras Suaranya 

Berdasarkan pengeras suaranya, jenis alat musik dibedakan menjadi dua, yaitu alat musik akustik dan elektronik.

Alat Musik Akustik
Alat musik akustik adalah alat musik yang penguat bunyinya tanpa memerlukan tenaga listrik. Alat musik akustik, memiliki karakter suara yang natural, sesuai dengan nama, bentuk serta bahan pembuatannya. Alat musik ini dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain :
1. Kordofoni, alat musik akustik yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contohnya adalah bass akustik, gitar klasik/akustik, biola, sitar, piano, cello, dan harpa.

2. Idiofoni, alat musik akustik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya. Contohnya adalah drum, angklung, xilophone, kabasa, dan bongo.

3. Membranofoni, alat musik akustik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. Contohnya adalah tifa, drum, kendang, dan rebana.

4. Aerofoni, alat musik akustik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga. Contohnya adalah flute, terompet, harmonika, trombone, saxophone, klarinet, dan picolo.

Alat Musik Elektronik
Alat musik elektronik merupakan jenis alat musik yang penguat bunyinya memerlukan tenaga listrik. Inilah yang disebut sebagai alat musik modern. Seorang pemain tidak lagi bersusah payah berlatih khusus untuk dapat menghasilkan suara yang berkualitas dan indah, karena sebagian kualitas keindahan suaranya telah diproduksi oleh alat itu sendiri.

Dalam kelompok ini belum ada pembagian yang pasti, namun hanya didasarkan pada sumber pengeras suaranya saja. Contoh dari alat musik ini sebagian besar berasal dari alat musik berdawai yang dirancang agar bersistem elektrik, antara lain bass elektrik, gitar elektrik, biola elektrik, keyboard, synthesizer, dan single band.

Jenis Alat Musik Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan sumber bunyinya, alat musik ini terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, diantaranya yaitu ritmis, melodis, dan harmonis. Berikut penjelasan selengkapnya.

Alat Musik Ritmis
Alat musik ritmis merupakan jenis alat musik yang tidak menghasilkan nada. Alat musik ritmis mempunyai fungsi untuk menghasilkan ritme atau irama ketika dimainkannya. Jenis alat musik ini contohnya bongo, ketipung, drum set, konga, kendang. 

Alat Musik Melodis 
Alat musik melodis adalah jenis alat musik yang dapat menghasilkan nada, melodi, dan juga irama sehingga menghasilkan komposisi musik yang enak didengar. Alat musik melodis berperan untuk menciptakan melodi dalam sebuah lagu. Jenis alat musik melodis contohnya pianika, seruling, terompet, saksofon, flute, rekorder.

Alat Musik Harmonis
Alat musik harmonis merupakan jenis alat musik yang mampu memainkan 3 nada atau lebih secara bersamaan untuk menciptakan harmoni pada sebuah lagu. Sesuai dengan namanya, alat musik yang memiliki fungsi harmonis berperan untuk menciptakan harmoni dalam sebuah lagu. Contoh dari jenis alat musik ini yaitu piano, organ, gitar, keyboard.

Demikianlah Materi Seni Musik Kelas 4 Mengenal Bunyi dan Jenis Alat Musik yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat. Selamat belajar ...

Materi Seni Musik Kelas 4 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

Selamat datang di blog juraganles.com. Tulisan ini masih mengulas materi dan pembelajaran di satuan pendidikan yang telah ikut serta dalam implementasi kurikulum merdeka. Dan pada kesempatan kali ini admin akan memberikan informasi seputar materi pelajaran seni budaya dan prakarya Kurikulum Merdeka yang diajarkan di jenjang sekolah dasar.

Perlu kita ketahui, SBdP atau Seni Budaya dan Prakarya adalah mata pelajaran yang mencakup kesenian, kebudayaan, dan keterampilan seperti seni musik, seni lukis, dan seni tari. SBdP menjadi salah satu mata pelajaran yang dipelajari di jenjang pendidikan dasar. Di kurikulum merdeka, SBdP dibagi menjadi 4 bidang pembelajaran seni yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Keempat bidang pembelajaran seni tersebut memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing.

Materi Seni Musik Kelas 4 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

Untuk lebih jelasnya, di postingan ini saya ingin mengajak Anda semua khususnya adik-adik yang sekolahnya sudah menerapkan kurikulum merdeka untuk mempelajari salah satu dari empat bidang pembelajaran seni yang telah disebutkan di atas yaitu seni musik melalui Materi Seni Musik Kelas 4 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka. 

Namun sebelumnya, bagi Anda yang ingin memahami seni musik, berikut ini penjelasan singkat tentang seni musik yang admin kutip dari Buku Panduan Guru Seni Musik terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Seni Musik Kurikulum Merdeka

Seni musik merupakan ekspresi, respon, dan apresiasi manusia terhadap berbagai fenomena kehidupan, baik dari dalam diri maupun dari budaya, sejarah, alam dan lingkungan hidup seseorang dalam beragam bentuk tata dan olah bunyi-musik.

Musik bersifat Individu sekaligus universal, mampu menembus sekat-sekat perbedaan, serta menyuarakan isi hati dan buah pikiran manusia yang paling dalam, termasuk yang tidak dapat diwakili oleh bahasa verbal. Musik mendorong manusia untuk merasakan dan mengekspresikan keindahan melalui penataan bunyi-suara. 

Melalui pendidikan seni musik, manusia diajak untuk berpikir dan bekerja secara artistic-estetik agar kreatif, memiliki daya apresiasi, menghargai kebhinekaan global, sejahtera jasmani, mental (psikologis), dan rohani, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kehidupan manusia (diri sendiri dan orang lain) dan pengembangan pribadi setiap orang dalam proses pembelajaran yang berkesinambungan (terus menerus).

Materi Seni Musik Kelas 4 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka 

Berdasarkan buku panduan Guru Seni Musik terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, materi Seni Musik kelas 4 SD Kurikulum Merdeka terdiri dari 4 bab (unit). Dan berikut ini rincian materi yang akan dipelajari pada mata pelajaran seni musik kelas 4 kurikulum merdeka dimulai dari semester 1 hingga semester 2.

Unit 1 Bunyi dan Jenis - Jenis Alat Musik

A. Mengenal Bunyi dan Sumbernya
B. Irama dan Alat Musik Ritmis
C. Nada dan Alat Musik Melodis
D. Grup Musik

Materi Selengkapnya ada di bawah ini ⇩

Unit 2 Irama dan Nada

A. Membaca Irama
B. Membaca Not Angka
C. Interval dan Harmoni
D. Menyanyikan Not Angka


Unit 3 Ragam Lagu

A. Mengenal Dinamika
B. Dirigen lagu
C. Ragam Lagu
D. Menyanyikan Lagu Daerah Pilihan


Unit 4 Musik Kreatif

A. Pembuatan Alat Musik Melodis Sederhana
B. Pembuatan Melodi Acak Menjadi Musik
C. Penciptaan Kreasi Lagu
D. Penampilan Kreasi Lagu

Sebagai tambahan informasi, unit 1 dan unit 2 adalah materi seni musik kelas 4 yang diajarkan di semester 1. Sedangkan unit 3 dan unit 4 adalah materi seni musik kelas 4 yang diajarkan di semester 2.

Demikianlah artikel tentang Materi Seni Musik Kelas 4 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Materi dan Soal Seni Rupa Kelas 4 Kurikulum Merdeka Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur

Selamat datang kembali ... Artikel ini masih tentang pelajaran Seni Rupa Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka. Sebelumnya kita telah mempelajari unit 2 melalui materi dan soal seni rupa kelas 4 kurikulum merdeka unit 2 Daur Ulang : Kerajinan dari Plastik Bekas. Kali ini kita lanjutkan lagi ke unit berikutnya yaitu unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur melalui materi dan latihan soal.

Materi dan Soal Seni Rupa Kelas 4 Kurikulum Merdeka Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur

Baiklah, langsung saja ya kita akan mulai mempelajari unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur kemudian dilanjutkan dengan latihan soal yang ada di bagian bawah.


Pada unit 3 ini, kita akan belajar mengenai tekstur dan jenisnya, teknik dan bahan pembuatan tekstur, fungsi tekstur, bagaimana merancang dan membuat tekstur serta mengetahui manfaat membuat tekstur dalam kehidupan dan juga dalam berkarya seni.

Materi Seni Rupa Kelas 4 Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur

Materi Seni Rupa Kelas 4 Kurikulum Merdeka Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur yang akan kita pelajari terdiri dari 3 sub unit :
A. Tekstur dan Jenisnya
B. Teknik dan Bahan Pembuatan Tekstur
C. Manfaat Tekstur
D. Merancang dan Membuat Tekstur

A. Tekstur dan Jenisnya

Ketika memegang permukaan benda, ada yang rasanya kasar, halus, licin, bergelombang, dan sebagainya. Sifat dari suatu benda itulah yang dinamakan tekstur. Jadi, tekstur adalah sifat permukaan bidang atau benda yang bisa dilihat dan diraba. 

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur Alam dan Tekstur Buatan

Tekstur dapat terbentuk melalui proses alam dan buatan. Tekstur proses alam seperti tekstur pasir, kulit kayu. Sementara itu, tekstur buatan bisa dibuat dengan bermacam cara dan bahan. 

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur Nyata dan Tekstur Semu

Jenis tekstur dalam seni rupa ada 2 yaitu nyata dan semu. Tekstur raba/nyata, yaitu keadaan permukaan yang dapat dirasakan lewat indra peraba (ujung jari) yang bersifat nyata, misalnya kasar-halus, licin-kasar, keras-lunak, rata bergelombang, dan lainnya. Tekstur visual/semu, yaitu tekstur yang dirasakan lewat indra penglihatan yang bersifat semu, seperti bertekstur jika dilihat namun aslinya tidak.

Tekstur nyata dapat dibuat dengan bahan dengan semen, kayu, pasir, bubuk bata merah, pasir, serbuk gergaji, tanah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Agar bisa melekat, biasanya unsur-unsur alam yang bertekstur tersebut dicampur dengan lem kayu, kemudian diletakkan pada kanvas, kertas atau bidang tertentu sesuai keinginan dan kebutuhan.

Selain membuat tekstur nyata (dapat diraba) tersebut kita juga bisa membuat tesktur maya/semu (terkesan bertekstur, namun aslinya tidak), misalnya menggambar batu atau pohon hingga terkesan bergelombang dan berserat. Biasanya, tekstur maya/semu digunakan untuk membuat model/rancangan sebelum kita membuat tekstur nyata. 

Dalam sejarah seni rupa Indonesia terdapat beberapa seniman yang sering menggunakan tekstur. Misalnya, pelukis Affandi membuat tekstur dengan menggunakan cat yang tebal, pelukis Ahmad Sadali dan Abdul Djalil Pirous (A.D. Pirous) menggunakan bubuk marmer dan pelukis Fadjar Sidik menggunakan tekstur semu berupa bidang-bidang geometris. Di beberapa daerah juga terdapat pelukis yang membuat tekstur dari daun dan bulu.

B. Teknik dan Bahan Pembuatan Tekstur

Dalam membuat tekstur terdapat beberapa teknik yang telah dikenal dan dapat diterapkan dalam membuat karya seni. 
1. Tekstur dengan teknik frottage 

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur Teknik Frottage

Meletakkan kertas di atas permukaan benda bertekstur, lalu kertas ditekan dan diarsir dengan pensil atau pastel.

2. Tekstur teknik grattage 

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur Teknik Grattage

Menguaskan cat minyak warna gelap pada papan hingga kering lalu ditimpa warna terang selanjutnya digores-gores menggunakan benda runcing, seperti paku, sendok garpu, sisir.

3. Tekstur teknik tempel 

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur Teknik Tempel

Permukaan kertas yang telah digambar diberi lem. Kemudian, di atas gambar tersebut di tempel bahan (kertas, biji-bijian, atau lainnya) hingga gambar bertekstur.

4. Tekstur nyata dari lempengan tanah liat 

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur dari Tanah Liat

Membuat tekstur nyata dari lempengan tanah liat dengan cara dipukul-pukul/ditekan menggunakan batu bertekstur, atau dengan menempelkan daun, digores dengan sisir, parut, dan lain sebagainya.

5. Tekstur dari bubuk batu bata atau bubuk kayu

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur dari Bubuk Batu Bata atau Bubuk Kayu

Membuat tekstur dari bubuk batu bata atau bubuk kayu lalu ditaburkan di atas papan/triplek yang telah diberi lem.

6) Membuat tekstur semu dengan teknik ebru/swirling 

Seni Rupa Kelas 4 Tekstur Teknik Ebru

Cat minyak sejumlah 2 atau 3 warna di tuang dalam ember/nampan lalu dicampur dengan minyak dan air kemudian diaduk pelan agar warna-warna tesebut membentuk tekstur semu. Selanjutnya kertas putih dicelupkan pada larutan cat dalam ember tersebut lalu diangkat. Cat yang menempel pada kertas akan membentuk tekstur semu.

C. Manfaat Membuat Tekstur

Tekstur berguna untuk memberikan karakter dan kesan tertentu pada bidang permukaan agar bisa menghasilkan nilai estetika. Berikut ini beberapa manfaat membuat tekstur.
1. Tekstur dapat mempertegas dan memperkuat gambar/lukisan yang dibuat.
2. Tekstur menyatukan unsur lukisan dan kriya/kerajinan dalam sebuah karya.
3. Tekstur membuat kita bereksperimen dengan berbagai bahan alami di sekitar kita dan mengubahnya menjadi karya seni.
4. Membuat tekstur melatih indra peraba dan penglihatan kita secara lebih saksama.

D. Merancang dan Membuat Tekstur

Dalam membuat karya dengan tekstur, hal pertama yang dilakukan yaitu membuat konsep atau merancangnya. Langkah-langkah merancang karya seni tekstur adalah sebagai berikut.
1. Amati jenis-jenis tekstur yang ada di lingkungan sekitar.
2. Pilih teknik dan bahan yang akan digunakan.
3. Persiapkan alat dan bahan.
4. Mulailah berkarya dengan teknik yang sesuai.
5. Carilah referensi dari sumber lainnya.

Setelah mempelajari materi seni rupa kelas 4 kurikulum merdeka unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur, saatnya kita lanjutkan berlatih.

Soal Seni Rupa Kelas 4 Kurikulum Merdeka Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur

Untuk mengerjakan Soal Seni Rupa Kelas 4 Kurikulum Merdeka Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur, pertama-tama kamu perlu membaca soal dengan teliti dan memahami apa yang diminta. Setelah itu, pilih jawaban dengan cara mengklik bulatan di depan jawaban yang kamu anggap paling benar. Nilai atau skor untuk jawaban terpilih akan ditampilkan otomatis. Skor untuk satu soal adalah 5. Total skor jika semua jawaban benar adalah 100.

Soal nomor 1
Tekstur merupakan permukaan setiap benda dapat diketahui coraknya dengan indera ....
pendengar
penglihat
peraba
perasa


Soal nomor 2
Tekstur yang dapat diraba disebut tekstur ....
nyata
semu
maya
halus


Soal nomor 3
Kertas memiliki tekstur ....
halus
kasar
bergelombang
licin


Soal nomor 4
Berikut ini contoh benda yang bertekstur kasar adalah ....
kulit kayu, amplas, bulu
plastik, kertas, kulit pohon
kulit salak, kulit jeruk, plastik
kulit kayu, keset kaki, ban sepeda


Soal nomor 5
Kayu, kulit kacang, kulit durian merupakan tekstur ....
buatan
semu
maya
alami


Soal nomor 6
Tekstur suatu permukaan benda jika dilihat dan diraba terlihat dan terasa sama, maka tekstur tersebut termasuk ....
tekstur nyata
tekstur semu
tekstur halus
tekstur kasar


Soal nomor 7
Tekstur suatu permukaan benda jika dilihat kesannya kasar kenyataannya apabila diraba halus, maka tekstur tersebut termasuk ....
tekstur nyata
tekstur maya
tekstur alam
tekstur buatan


Soal nomor 8
Berikut ini yang termasuk contoh dari tekstur semu adalah ....
ban sepeda yang memiliki permukaan kasar
lukisan dinding batu
kain sutera yang halus
permukaan lantai yang berelombang


Soal nomor 9
Tekstur yang banyak digunakan seniman untuk membuat berbagai karya seni adalah ....
tekstur nyata
tekstur maya
tekstur kasar
tekstur halus


Soal nomor 10
Pelukis Indonesia yang membuat tekstur dengan menggunakan cat yang tebal adalah ....
Raden Saleh
Basuki Abdullah
Affandi
Fajar Sidik


Soal nomor 11
Pelukis Fadjar Sidik menggunakan tekstur semu berupa bidang-bidang geometris. Hal ini menunjukkan bahwa tekstur bermanfaat dalam ....
melatih indra peraba dan penglihatan
pemanfaatan bahan alami di sekitar
mempertegas dan memperkuat gambar/lukisan yang dibuat
menyatukan unsur lukisan atau kriya dalam sebuah karya


Soal nomor 12
Teknik membuat tekstur dengan meletakkan kertas di atas permukaan benda bertekstur, lalu kertas ditekan dan diarsir dengan pensil atau pastel dikenal dengan teknik ....
frottage
grattage
tempel
ebru


Soal nomor 13
Teknik membuat tekstur dengan menguaskan cat minyak warna gelap pada papan hingga kering lalu ditimpa warna terang selanjutnya digores-gores menggunakan benda runcing, seperti paku, sendok garpu, sisir dikenal dengan teknik ....
frottage
grattage
tempel
ebru


Soal nomor 14
Perhatikan hal- hal berikut !
(1) Cat minyak sejumlah 2 atau 3 warna di tuang dalam ember/nampan lalu dicampur dengan minyak dan air
(2) Aduk pelan agar warna- warna membentuk tekstur
(3) Celupkan kertas putih pada larutan cat dalam ember lalu diangkat
(4) Cat yang menempel pada kertas akan membentuk teksturLangkah- langkah di atas merupakan pembuatan tekstur dengan teknik ....
frottae
grattage
linear
ebru


Soal nomor 15
Perhatikan gambar berikut !
Contoh Soal Seni Rupa Kelas 4 Bereksperimen dengan Tekstur 1
Gambar di atas memiliki jenis tekstur ....
nyata
semu
alami
halus


Soal nomor 16
Salah satu teknik membuat tekstur buatan adalah dengan menggunakan serbuk kayu yang diberi lem yang menghasilkan karya timbul dengan tekstur ....
nyata
semu
alami
maya


Soal nomor 17
Seniman Indonesia yang menggunakan bubuk marmer sebagai bahan membuat tekstur adalah ....
Raden Saleh
Ahmad Sadali
Fadjar Sidik
Affandi


Soal nomor 18
Perhatikan gambar berikut !
Contoh Soal Seni Rupa Kelas 4 Bereksperimen dengan Tekstur 2
Benda seperti pada gambar memiliki tekstur ....
halus
kasar
licin
bergelombang


Soal nomor 19
Perhatikan gambar berikut !
Contoh Soal Seni Rupa Kelas 4 Bereksperimen dengan Tekstur 3
Teknik yang digunakan dalam membuat karya seni seperti pada gambar adalah teknik ....
frottage
grattage
lukis
ebru


Soal nomor 20
Dalam membuat karya dengan tekstur, hal pertama yang dilakukan adalah .... 
mempersiapkan alat dan bahan
membuat konsep atau merancangnya
mengamati jenis-jenis tekstur di lingkungan sekitar
memilih teknik dan bahan yang digunakan