Proses Terjadinya Tanah, Jenis-jenis Batuan, Pelapukan Fisika, Kimia, Biologi


Tanah merupakan lapisan paling atas pada permukaan bumi. Tanah sangat penting bagi semua makhluk hidup. Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan tanah sebagai tempat untuk berpijak. Tumbuh-tumbuhan tidak dapat bertahan hidup tanpa adanya lapisan tanah karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan air dan zat hara sekaligus sebagai penopang akar. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme.

Sebenarnya, tanah merupakan hasil dari pelapukan yang terjadi pada batuan. Batuan yang ada di atas permukaan tanah akan mengalami perubahan secara terus menerus karena adanya pengaruh dari lingkungan. Batuan akan mengalami pelapukan kemudian pecah menjadi batuan yang lebih kecil-kecil lagi. Batuan-batuan ini lama-kelamaan akan menjadi butiran-butiran halus yang disebut tanah.

1. Batuan

Batuan merupakan penyusun lapisan kerak bumi. Semua batuan pada mulanya berasal dari magma yang keluar dari gunung berapi saat terjadi letusan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi disebut lava. Di atas permukaan bumi lava akan membeku dan terjadilah batuan. 
Berdasarkan proses terbentuknya, batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku (batuan magma atau vulkanik), batuan endapan (batuan sedimen), dan batuan malihan (batuan metamorf).

a. Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk karena pendinginan lava atau magma. Magma merupakan cairan yang sangat panas di dalam perut bumi. Magma akan keluar karena adanya tekanan dan menyebabkan gunung meletus. Magma yang telah mencapai permukaan bumi disebut lava. Lelehan magma dan lava dingin akan menjadi batuan beku.
Batuan beku terdiri dari : batu opsidian, batugranit, batu basal,batu andesit, dan batu apung.

•    Batu obsidian
Batu obsidian
Ciri-cirinya :
Berwarna hitam atau coklat tua.
Permukaaannya halus dan mengkilap.
Batu opsidian disebut juga batu kaca.
Proses terbentuknya :   
Berasal dari magma yang membeku dengan cepat di permkaan bumi.
Manfaat :
Digunakan untuk alat pemotong dan mata tombak.

•    Batu granit
Batu granit
Ciri-cirinya :
Berwarna putih dan keabu-abuan.
Tersusun atas butiran atau kristal kasar.
Batu granit disebut juga batuan beku dalam.
Proses terbentuknya :
Berasal dari magma yang membeku di dalam kerak bumi yang prosesnya secara perlahan.
Manfaat :
Dimanfaatkan untuk bahan bangunan.

•    Batu Basal
Batu basal
Ciri-cirinya :
Berwarna hijau keabu-abuan.
Terdiri atas butiran atau kristal yang sangat kecil dan berongga kecil.
Batu basal disebut juga batu lava.
Proses terbentuknya :
Berasal dari magma yang membeku di bawah lapisan kerak bumi dan bercampur gas.
Manfaat :
Dimanfaatkan untuk bahan bangunan.

•    Batu andesit
Batu andesit
Ciri-cirinya :
Berwarna putih keabu-abuan.
Butirannya kecil.
Proses terbentuknya :
Berasal dari magma yang membeku sangat cepat di bawah kerak bumi.
Manfaat :
Digunakan untuk membuat arca dan candi.

•    Batu apung
Batu apung
Ciri-cirinya :
Berwarna cokelat bercampur abu-abu muda dan berongga.
Proses terbentuknya :
Berasal dari magma yang membeku di permukaan bumi.
Manfaat :
Digunakan untuk mengamplas kayu dan bahan sebagai bahan penggosok.

b. Batuan Endapan (Batuan Sedimen)

Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pelapukan batuan yang sudah ada.
Batuan ini bisa juga terbentuk dari batuan yang terkikis atau dari endapan sisa-sisa binatang dan tumbuhan. Batuan endapan terdiri dari : batu konglomerat, batu breksi, batu pasir, batu serpih, dan batu kapur.

•    Batu konglomerat
Batu konglomerat
Ciri-cirinya :
Terdiri atas kerikil-kerikil yang permukaannya tumpul.
Proses terbentuknya :
Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku.
Manfaat :
Digunakan sebagai bahan bangunan.

•    Batuan breksi
Batu breksi
Ciri-cirinya :
Terdiri atas kerikil-kerikil yang permukaannya tumpul.
Proses terbentuknya :
Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku.
Manfaat :
Digunakan sebagai bahan bangunan.

•    Batu pasir
Batu pasir
Ciri-cirinya :
Terdiri dari butiran pasir, berwarna abu-abu, merah, kuning, dan putih.
Proses terbentuknya :
Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku yang butirannya kecil-kecil.
Manfaat :
Digunakan sebagai bahan bangunan.

•    Batu serpih
Batu serpih
Ciri-cirinya :
Terdiri atas butiran-butiran batu liat/lempung.
Berwarna kehijauan, merah, atau kuning.
Proses terbentuknya :
Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan tanah liat
Manfaat :
Digunakan sebagai bahan bangunan.

•    Batu kapur
Batu kapur
Ciri-cirinya :
Terdiri atas butiran-butiran kapur halus.
Berwarna putih agak keabu-abuan.
Proses terbentuknya :
Berasal dari endapan hasil pelapukan tulang dan cangkang hewan-hewan laut.
Manfaat :
Digunakan sebagai bahan campuran pembuat semen.

c. Batuan malihan (metamorf)

Batuan malihan atau meamorf adalah batuan yang berasal dari batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan wujud dari susunannya akibat adanya tekanan dan suhu yang tinggi yang menyertai gerakan kerak bumi.
Batuan malihan terdiri dari : batu genes, batu marmer, dan batu sabak.

•    Batu genes (gneiss)
Batu genes
Ciri-cirinya :
Berwarna putih keabu-abuan dan keras.
Proses terbentuknya :
Berasal dari batuan pluto granit yang mengalami metamorfosis karena panas dan tekanan.
Manfaat :
Digunakan untuk membuat barang kerajinan misalnya asbak.

•    Batu marmer
Batu marmer
Ciri-cirinya :
Berwarna putih dan ada yang hitam, keras, dan permukaannya halus.
Proses terbentuknya :
Berasal dari batuan kapur yang mengalami metamorfosis karena panas dan tekanan.
Manfaat :
Digunakan untuk membuat meja, papan nama, lantai, dinding.

•    Batu sabak
Batu sabak
Ciri-cirinya :
Berwarna abu-abu tua, mudah terbelah tipis-tipis, dan permukaannya kasar.
Proses terbentuknya :
Berasal dari batuan serpih yang mengalami metamorfosis.
Manfaat :
Digunakan sebagai papan untuk menulis.

2. Pelapukan Batuan

Batuan secara perlahan akan menjadi tanah. Batuan yang berada di atas permukaan tanah akan mengalami perubahan secara terus-menerus karena adanya pengaruh dari lingkungan. Perubahan cuaca, suhu, dan tekanan udara dapat menyebabkan batuan memuai, kemudian pecah menjadi batuan yang lebih kecil-kecil lagi. Batuan-batuan ini lama-kelamaan akan menjadi butiran-butiran halus. Apabila terjadi hujan, butiran-butiran halus tersebut akan terbawa oleh air dan mengendap di daerah aliran. Pengendapan inilah yang nantinya menyebabkan munculnya tumpukan atau lapisan tanah yang kaya akan mineral.

Pelapukan pada batuan juga bisa disebabkan oleh tumbuhan. Tumbuhan yang hidup di atas batuan dapat menyebabkan lapuknya berbagai jenis batuan. Apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka batuan akan pecah menjadi butiran-butiran halus. Pelapukan batuan dibedakan menjadi 3 jenis yaitu pelapukan fisika, pelapukan kimia, dan pelapukan biologi.

a. Pelapukan Fisika 

Pelapukan fisika adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan cuaca, suhu dan tekanan udara. Perbedaan suhu terjadi berulang-ulang, yaitu dari panas menjadi dingin dan dari dingin menjadi panas. Hal ini menyebabkan batuan menjadi pecah-pecah dan menjadi butiran kecil-kecil. Pelapukan fisika juga bisa terjadi karena terpaan angin dan hujan, serta karena tarikan gaya gravitasi bumi.

b. Pelapukan Kimia

Pelapukan kimia adalah pelapukan yang disebabkan karena pengaruh zat-zat kimia dan reaksi kimia. Contoh zat-zat kimia yang dapat mengakibatkan pelapukan batuan antara lain limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Selain itu hujan asam juga dapat mengakibatka kerusakan pada batuan.

c. Pelapukan Biologi

Pelapukan biologi adalah pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup. Tumbuhan dapat menyebabkan lapuknya berbagai jenis batuan.
Peristiwa pelapukan biologi diantaranya sebagai berikut :
1. Akar tumbuhan yang memanjang dapat membelah batuan yang dilewatinya.
2. Bakteri-bakteri dapat menyebabkan hancurnya batuan.
3. Cendawan dan lumut yang menutupi permukaan batuan dapat menghancurkan batuan.

Itulah Proses Terjadinya Tanah, Jenis-jenis Batuan, Pelapukan Fisika, Kimia, Biologi. Trimakasih karena anda sudah membacanya. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar