Mengenal Jenis-Jenis Pestisida, Kegunaan dan Dampaknya

Ketika melawati area persawahan, kita pasti pernah melihat pak tani sedang menyemprot padi menggunakan alat yang diletakkan di punggungnya. Menyemprot tanaman padi adalah cara yang biasa dilakukan oleh para petani agar memperoleh hasil panen yang maksimal. Rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman padi akan menjadi hambatan bagi kesuburan tanaman sehingga diperlukan penyemprotan agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat. Jika pertumbuhan padi terhambat maka hasil panen tidak maksimal. Oleh karena itulah diperlukan pestisida. Untuk informasi selengkapnya tentang pestisida, jenis-jenis pestisida, kegunaan dan dampaknya, berikut ini ulasannya.

Pengertian Pestisida

Pestisida adalah zat kimia beracun yang dipergunakan untuk membasmi hama dan penyakit yang merusak tanaman. Pestisida juga digunakan untuk memberantas rerumputan atau tanaman pengganggu atau gulma, mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.
Mengenal Jenis-Jenis Pestisida
Penyemprotan dilakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit. Salah satu cara untuk membasmi hama adalah dengan menggunakan pestisida. Seperti halnya penyemprotan yang dilakukan pada jenis tanaman lainnya, pestisida untuk tanaman padi juga bermacam-macam, yaitu insektisida, fungisida, bakterisida, dan pupuk daun. Masing-masing dari beberapa jenis pestisida tersebut memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Untuk membasmi hama, pestisida yang digunakan adalah jenis insektisida.

Jenis-Jenis Pestisida

Pestisida digunakan untuk membasmi hama, baik yang berupa tumbuhan, serangga, maupun hewan lain di lingkungan kita. Berdasarkan jenis hama yang akan diberantas, pestısida digolongkan menjadi  7 macam yaitu insektisida untuk membasmi serangga, herbisida untuk membasmi gulma, nematısida untuk membasmi nematoda (cacing), fungisida untuk membasmi jamur atau cendawan, rodentisida untuk membasmi binatang pengerat , bakterisida untuk membasmi bakteri, dan akarisida untuk membasmi tungau atau kutu.

1. Insektisida

Insektisida adalah pestisida untuk memberantas serangga, seperti nyamuk, kecoak, kutu busuk, rayap, semut, belalang, wereng, ulat, dan sebagainya. Pestisida jenis ini sering kita jumpai di lingkungan sekitar. Contoh insektisida antara lain diazinon, tiodan, basmion, basudin, propoksur, diklorovinil dimetil fosfat, timbel arsenat, dan magnesıum fluorosilikat

2. Herbisida

Herbisida merupakan pestisida untuk mencegah dan mematikan gulma atau tumbuhan pengganggu, seperti eceng gondok, rumput teki, dan alang-alang. Alang-alang dapat dikatakan sebagai hama tanaman karena alang-alang menyerap semua zat makanan yang ada dalam tanah. Contoh herbisida antara lain gramoxone, totacol, pentaklorofenol, dan amonium sulfonat

3. Nematisida

Nematisida adalah pestisida untuk memberantas hama cacing. Hama ini sering merusak akar atau umbi tanaman. Nematisida bersifat dapat meracuni tanaman, jadi penggunaannya sebaiknya tiga minggu sebelum musim tanam. Selain memberantas cacing, pestisida ini juga dapat memberantas serangga dan jamur. Contoh nematisida adalah oksamil dan natrium metam

4. Fungisida

Fungisida adalah pestisida untuk memberantas/mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. Contoh fungisida yaitu timbel (I) oksida, carbendazim, organomerkuri, tembaga oksiklorida, dan natrium dikromat.

5. Rodentisida

Rodentisida adalah pestisida untuk memberantas hama berupa binatang pengerat misalnya tikus. Umumnya diberikan sebagai umpan yang sebelumnya dicampur dengan beras atau jagung. Penggunaannya harus hati-hati, karena dapat mematikan hewan ternak yang memakannya. Contoh rodentisida adalah warangan (senyawa arsen) dan thalium sulfat.

6. Bakterisida

Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Salah satu contoh bakterisida adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang meyerang tanaman jeruk. Umumnya bakteri yang telah menyerang suatu tanaman sukar diberantas. Pemberian obat biasanya segera diberikan kepada tanaman lainnya yang masih sehat sesuai dengan dosis tertentu.

7. Akarisida

Akarisida atau disebut juga mitisida adalah pestisida yang digunakan untuk membunuh tungau atau kutu dan laba-laba. Tungau adalah binatang kecil yang besarnya kurang dari 0,5 mm berkaki 8 dan berkulit lunak. Warnanya ada yang merah, kuning, ada pula yang hijau. Dengan tubuhnya yang sangat kecil, tungau mudah tersebar melalui angina, terbawa manusia, binatang, alat pertanian, biji dan lainnya. Bagian tanaman yang diserang adalah daun, batang, dan buah. Bagian tanaman yang diserangnya akan mengalami perubahan warna, bentuk, timbul bisul-bisul, atau buah rontok sebelum waktunya.

Bahan Kimia dalam Pestisida

Berdasarkan bahan kimia yang terkandung, pestisida digolongkan menjadi :
1. Golongan organoklor, yaitu senyawa organik yang mengandung klorin dan umumnya bersifat racun. Conton: DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana), aldrin, deldrin, endosufan, dikofol, folpet. lindan, dan klordan.

2 Golongan organofostal, yaitu senyawa organuk yang mengandng gugus fosfat. Senyawa ini lebih bersifat racun, tetapi lebih mudah terdegradasi dan lebih cepat hilang keaktifannya Contoh: malation, diazinon, fention, metil paration, dan etil paration

3. Golongan karbamat, yaitu senyawa organik yang merupakan turuna asam ditiokarbomin yang disebut dergan ditiokarbamat. Contoh: karbaril, karbotorum, propoksur, dan BPMO

Dampak Penggunaan Pestisida

Pestisida telah banyak digunakan dan memberi manfaat di bidang pertanian. Penggunaan pestisida mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Penggunaan pestisida sangat membantu para petani dalam meningkatkan hasil produksi tanamannya. Pestisida juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk membasmi kecoa, nyamuk dan sebagainya. Namun, dibalik manfaat yang begitu besar tentu saja ada dampak negatif dari penggunaan pestisida ini. Bahan racun pestisida sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. Oleh karena itu, dalam menggunakan pestisida harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Pestisida sebaiknya digunakan hanya jika diperlukan saja. Aturan penggunaan juga harus diperhatikan. Dosis sebaiknya tidak melebihi yang dianjurkan oleh produsen pestisida yang biasanya tertera pada label kemasan produk. Penggunaan dosis yang berlebihan berpotensi menyebabkan keracunan pada manusia, hewan atau pencemaran lingkungan.

Demikianlah artikel tentang Mengenal Jenis-Jenis Pestisida, Kegunaan dan Dampaknya dalam kehidupan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua.

0 komentar:

Posting Komentar