Allah, Engkaulah Sebaik-baik Tempat Berharap

Muhasabah diri:
Allah tempat berharap

8 komentar:

  1. Subhanallah...sy sdh mengalaminya..pedih..tp itu menjadikan diri semakin dekat dg Allah
    Ada derajad yg tidak bisa dicapai kecuali melalaui kepedihan kehilangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa komentar anda ukhty ... Apa yang sudah saya tulis ini adalah murni pengalaman saya. Dan betapa Allah itu ternyata Maha Baik dan Belas Kasih. Segala kesedihan dan air mata Allah ganti dengan kebahagiaan. Tiada henti-hentinya saya bersyukur atas segala rahmat dan kasih sayangNya :)

      Hapus
  2. Sama2 ukhti..sy senannngg skli baca tulisan ini..saya bangeet, tp sy ga bs mngungkapkan
    Tks ssh mmbuat tulisan spt ini..saling mngingtkan dlm kebaikan
    Smg Allahmberikan kelebihan dlm syiar..aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin. Tetap semangat saudariku. Semangat untuk meraih ridhaNya :)

      Hapus
  3. bagaimana dengan berharap pada orang tua kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berharap ridhanya maksudnya ya? Boleh. Dan malah wajib hukumnya.
      Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

      “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899, HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394)

      Jadi, seeorang anak wajib berusaha agar mendapat ridha orang tuanya. Terdapat hubungan sebab-musabab. Berbakti kepada orang tua merupakan sebab. Adapun ridha Allah dan ridha orang tua merupakan musabab. Demikian :)

      Hapus