Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang akar tumbuhan, fungsi akar, struktur akar, dan jenis-jenis akar lengkap dengan gambarnya.

Akar Tumbuhan

Akar merupakan salah satu bagian tumbuhan yang harus ada. Tanpa akar bagaimana mungkin tumbuhan bisa hidup. Seperti yang kita ketahui, tumbuhan jenis apapun baik itu tumbuh sendiri secara liar maupun yang sengaja ditanam oleh manusia pasti memiliki akar. Demikian juga tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain pun sebenarnya juga memiliki akar. Dari sini sudah sangat jelas jika akar merupakan bagian tumbuhan yang sangat pokok. Akar juga sebagai pembeda tumbuhan dikotil dan monokotil.

Berbicara mengenai akar tumbuhan, secara umum pengertian akar adalah bagian pangkal tumbuhan pada batang yang berada dalam tanah dan tumbuh menuju pusat bumi. Namun ada juga akar tumbuhan yang tidak tumbuh dalam tanah melainkan menempel pada tumbuhan lain.

Fungsi Akar

Akar pada tumbuhan memiliki fungsi utama. Adapun fungsi akar pada tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut :
1. Sebagai penyokong batang tumbuhan dan untuk memperkuat serta memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
3. Sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
4. Sebagai alat pernapasan misalnya pada tumbuhan bakau.
5.  Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu.

Struktur Akar

Struktur dan jaringan penyusun dibedakan menjadi 2 yaitu struktur bagian luar dan struktur bagian dalam. Untuk membedakan struktur akar pada tumbuhan dapat dibedakan secara morfologi dan anatomi. Secara morfologis yaitu dengan memotong akar secara membujur. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), rambut akar, ujung akar, dan tudung akar. Secara anatomi yaitu dengan memotong akar secara melintang. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : epidermis, korteks, endodermis, stele (silinder pusat)

1. Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)


Struktur bagian luar akar (Morfologi akar)

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bagian luar akar (morfologi akar) yang terdiri dari:
a. Leher akar atau pangkal akar
Leher akar merupakan bagian akar yang menghubungkan antara akar dengan batang tumbuhan.

b. Batang akar
Batang akar merupakan bagian akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.

c. Cabang-cabang akar
Cabang akar merupakan bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang tetapi tumbuh dari akar utama.

d. Rambut akar 
Rambut akar atau bulu-bulu akar merupakan rambut-rambut halus yang bercabang-cabang yang tumbuh dari sel-sel kulit luar (epidermis). Rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek, fungsinya untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral.

e. Ujung akar
Ujung akar merupakan bagian paling bawah dari akar tumbuhan yang dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).

f. Tudung akar ( kaliptra)
Tudung akar terletak di bagian paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

2. Struktur Bagian Dalam Akar (Anatomi akar)


Struktur akar bagian dalam (Anatomi akar)

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bagian dalam akar (anatomi akar) yang terdiri dari:
a. Epidermis
Epidermis merupakan bagian terluar dari akar. Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar yang bertugas menyerap air dan garam mineral. Pertumbuhan rambut akar memperluas permukaan akar sehingga penyerapan lebih efisien.

b. Korteks
Korteks terletak di bawah epidermis. Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Jaringan-jaringan pada korteks antara lain parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

c. Endodermis
Endodermis merupakan jaringan antara korteks dengan silinder pusat atau stela. Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian seperti pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melewati protoplasma yang melekat pada pita kaspari. Jadi jaringan endodermis ini berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

d. Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari struktur anatomi akar. Susunan silinder pusat dari dalam keluar meliputi stele, xilem, kambium, floem dan perisikel. Silinder pusat atau stele
berfungsi sebagai alat angkut air dan mineral dari akar yang kemudian dilanjutkan oleh berkas pengangkut xilem.

Didalam stele, terdapat berkas pengangkut, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Sedangkan floem berfungsi mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan. Xilem dan floem letaknya berselang-seling dengan dibatasi oleh kambium.

Pada akar tumbuhan dikotil, kambium terdapat didalam berkas pengangkut diantara xilem dan floem. Kambium kearah luar membentuk floem dan kambium kearah dalam membentuk xilem. Adanya kambium menyebabkan pertumbuhan membesar.pada akar dikotil yang masih muda. Sedangkan empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri atas jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil. Lapisan terluar dari stele adalah perisikel. Fungsi perisikel adalah untuk membentuk cabang-cabang akar.

Jenis-jenis Akar

Bentuk-bentuk akar pada tumbuhan menjadi salah satu pembeda dalam pengelompokan tumbuhan tingkat tinggi. Pada saat biji berkecambah, bakal akar (radikula) berkembang menjadi akar lembaga. Secara umum, akar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Perbedaan Akar tunggang dan akar serabut

1. Akar tunggang

Akar tunggang umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak secara generatif dengan biji. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya. Akar lembaga berkembang menjadi akar pokok (primer) yang akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang memiliki percabangan.

2. Akar serabut

Akar serabut umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Akar serabut berbentuk seperti serabut-serabut kelapa, kecil, dan panjang. Namun perakaran tumbuhan dikotil yang diperbanyak secara vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar lembaga yang mati dan tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang.

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsinya

Fungsi utama akar adalah sebagai organ penyerap air dan hara mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)


Jenis-jenis akar yaitu Akar gantung

Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, melekat pada batang, menggantung, tumbuh menjuntai ke arah tanah. Akar ini berfungsi untuk menyerap air dan gas dari udara (bernafas). Contoh tumbuhan yang memiliki akar gantung ini yaitu pohon beringin dan tanaman anggrek.

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)


Jenis-jenis akar yaitu akar pembelit

Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya tumbuhan. Berfungsi untuk membelit penunjang dari tumbuhan merambat. Contohnya tumbuhan yang memiliki akar pembelit adalah panili.

3. Akar napas (pneutophora)


Jenis-jenis akar yaitu Akar napas

Akar nafas merupakan bagian akar yang tumbuh keluar dari batang bagian bawah yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam tanah. Bagian akar yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan akar. Contoh tumbuhan yang memiliki akar napas ini yaitu bakau dan pandan.

4. Akar pelekat (radix adligans)


Jenis-jenis akar yaitu Akar pelekat

Akar ini tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh melekat dan memanjat pada batang . Berfungsi membantu tumbuhan memanjat untuk menempel pada penunjangnya. Contoh: sirih

5. Akar penghisap (haustorium)


Jenis-jenis akar yaitu Akar penghisap

Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan makanan dari batang pohon yang ditumpanginya. Tumbuhan dengan akar ini hidup sebagai parasit. Contohnya seperti pada akar benalu.

6. Akar tunjang


Jenis-jenis akar yaitu Akar tunjang

Akar tunjang tumbuh di bagian bawah batang. Akar ini tumbuh ke segala arah. Gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah. Contohnya pada tanaman bakau dan pandan.

7. Akar lutut


Jenis-jenis akar yaitu Akar lutut

Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah, timbul tenggelam seperti bentuk gelombang yang berfungsi sebagai alat pernapasan . Contohnya yaitu tanaman bruguiera parvifolia

8. Akar banir


Jenis-jenis akar yaitu Akar banir

Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk pipih seperti papan.
Akar banir adalah akar yang berbentuk seperti papan menonjol di bagian pangkal pohon berukuran lebih besar dari batang pohonnya. Akar banir memiliki fungsi untuk membantu tegak berdirinya batang tumbuhan. Kebanyakan pohon yang memiliki akar jenis ini adalah pohon yang tumbuh di hutan tropis. Contoh tumbuhan dengan akar ini yaitu sukun, pohon kenari dan pohon randu.

Demikianlah pembahasan tentang Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar lengkap dengan gambar. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.

Tumbuhan Dikotil dan Monokotil, Ciri-ciri beserta Contohnya

Pernahkah kalian mengamati biji kacang? Mengapa biji kacang mudah terbelah? Atau biji jagung yang bentuknya cenderung utuh. Jika kita perhatikan, setiap tumbuhan memang memiliki keunikan tersendiri agar mudah dikenali. Seperti halnya manusia dan hewan, ternyata tumbuhan juga memiliki kelompok atau suku. Secara garis besar, tumbuhan dikelompokkan berdasarkan pada bagian tumbuhan misalnya bagian akar, batang, bentuk tulang daun, dan jumlah kepingin bijinya. Dan yang akan kita bahas sekarang adalah pengelompokan tumbuhan berdasarkan kepingan bijinya.

Secara umum pembagian tumbuhan berdasarkan kepingan bijinya dibagi menjadi dua yaitu tumbuhan dikotil dan monokotil. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas bersama-sama tentang tumbuhan dikotil dan monokotil, ciri-ciri beserta contohnya

Pembahasan tentang Tumbuhan dikotil dan monokotil

Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan berbunga yang memiliki biji berkeping dua. Kita bisa melihat dari bijinya. Apabila kita belah bijinya akan terdapat dua keping. Tumbuhan yang masuk ke dalam kelompok dikotil ini mempunyai sepasang daun lembaga. Daun lembaga tersebut terbentuk sudah sejak tahapan biji dengan demikian sebagian besar anggotanya memiliki biji yang mudah sekali terbelah menjadi dua bagian. Hal inilah yang menjadi pembeda utama antara tumbuhan dikotil dengan monokotil yang justru kepingan bijinya tunggal.

Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil

1. Jumlah kotiledon (daun lembaga) nya dua.
2. Akarnya berupa akar tunggang dengan akar utama yang lebih besar dari akar sekunder.
3. Bentuk tulang daunnya cenderung menjari atau menyirip.
4. Bagian tudung akarnya atau kaliptrogen tidak dilengkapi dengan tudung akar.
5. Pada organ akarnya terdapat kambium karena salah satu fungsi akar pada tumbuhan dikotil adalah untuk menyimpan makanan.
6. Bunga umumnya berjumlah 2, 4 dan 5 atau kelipatannya.
7. Berkas pengangkut pada batang pembuluh kayu dan pembuluh tapis letaknya teratur.
8. Batang berkambium dan bercabang-cabang, mempunyai banyak dahan dan ranting.

Contoh Tumbuhan Dikotil

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa tumbuhan dapat dikelompokkan berdasarkan kelompok/suku tumbuhan termasuk tumbuhan dikotil yang dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Suku jarak-jarakan (Euphorbiaceae)
Contohnya adalah jarak, kapas, ubi dan lain-lain.
2. Suku jambu-jambuan (Myrtaceae)
Contohnya antara lain : jambu air, jambu biji, jambu monyet.
3. Suku terong-terongan (Solanaceae)
Contohnya antara : terong, tomat, kentang.
4. Suku polong-polongan (Leguminoceae)
Contohnya adalah : kacang, pete. kedelai.
5. Suku komposite (Compositae)
Contohnya antara lain : bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan.
6. Suku mangga-manggaan (Mangifera)
Contohnya adalah aneka jenis mangga.
7. Suku ara-araan (Moraceae)
Contohnya adalah beringin, mahoni, jati.
8. Suku lerak-lerakan (Sapindaceae)
Contohnya antara lain : rambutan, kelengkeng, leci.

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang bagian bijinya tunggal atau mono atau tidak berkeping. Bijinya berupa biji utuh tidak terbelah.

Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil

1. Jumlah kotiledon (daun lembaga) nya satu.
2. Akarnya berupa akar serabut.
3. Umumnya bentuk tulang daunnya sejajar.
4. Batang tidak berkambium.
5. Batang tidak bercabang.
6. Bagian-bagian bunga kelipatan 3.

Contoh Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil atau tumbuhan dengan biji berkeping satu dikelompokkan menjadi 5 suku yaitu:
1. Suku rumput-rumputan (Graminae)
Contohnya antara lain : padi, jagung, gandum.
2. Suku pinang-pinangan (Palmae)
Contohnya adalah kelapa, sagu, pinang, salak, kurma.
3. Suku pisang-pisangan (Musaceae)
Contohnya adalah semua jenis pisang.
4. Suku anggrek-angrekan (Orchidaceae)
Contohnya adalah anggrek, vanili.
5. Suku jahe-jahean (Zingiberaceae)
Contohnya antara lain : jahe, kunyit, lengkuas, kencur, temu lawak.

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Berdasarkan penjelasan tadi bahwa tumbuhan dapat digolongkan berdasarkan kepingan bijinya yaitu tumbuhan dikotil dan monokotil. Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan berbiji atau berkeping dua sedangkan tumbuhan monokotil adalah tumbuhan berbiji berkeping satu.

Perbedaan tumbuhan dikotil dan juga monokotil sangatlah jelas terlihat dari ciri-cirinya diantaranya adalah bentuk akar, tulang daun, tudung akar, jumlah keping biji, kandungan akar dan batang, jumlah kelopak bunga, akar dan batang.

Berikut ini adalah perbedaan ciri-ciri pada tumbuhan dikotil dan monokotil berdasarkan ciri fisik yang dapat kita amati yaitu:
1. Jumlah keping biji atau kotiledon
* Dikotil : Memiliki dua buah keping biji
* Monokotil : Hanya memiliki satu buah keping biji

2. Bentuk tulang daun
* Dikotil : Menyirip atau menjari
* Monokotil : Melengkung atau sejajar

3. Jumlah kelopak bunga
* Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
* Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga

4. Bentuk akar
* Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
* Monokotil : Memiliki sistem akar serabut

5. Tudung akar
* Dikotil : Tidak terdapat tudung akar
* Monokotil : Memiliki tudung akar

6. Kandungan akar dan batang
* Dikotil : Memiliki kambium
* Monokotil : Tidak memiliki kambium

7. Pelindung akar dan batang lembaga
* Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
* Monokotil : Adanya batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / koleorhiza

8. Pertumbuhan akar dan batang
* Dikotil : Pohonnya dapat tumbuh berkembang menjadi besar
* Monokotil : Umumnya tumbuhan perdu dan tidak bisa tumbuh membesar namun ada beberapa tumbuhan monokotil yang pohonnya menjulang tinggi.

Demikianlah pembahasan tentang Tumbuhan Dikotil dan Monokotil, Ciri-ciri beserta Contohnya. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.

Procedur Text, Definisi, Generic Structure, dan Contohnya

Procedure text adalah salah satu materi bahasa Inggris yang diajarkan kepada siswa-siswi SMP dan SMU. Biasanya siswa-siswi diberikan tugas membuat procedur text kemudian dihafalkan untuk presentasi di depan kelas. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang procedur text, definisi, generic structure, dan contoh prosedur text lengkap dengan terjemahannya. Oh ya, mungkin ada yang belum tahu apa sih procedur text itu?

Materi Procedur text bahasa Inggris

Definisi Procedur Text


Definisi procedur text adalah teks yang memberikan kita perintah atau instruksi untuk melakukan sesuatu. 

Pernahkan kalian membuat makanan atau minuman dari resep yang kalian baca? Pada resep makanan atau minuman biasanya disebutkan bahan-bahan dan langkah-langkah pembuatannya. Resep yang kalian baca itu merupakan contoh prosedur text.

Ketika SD dulu juga diajarkan tentang procedur text dalam bahasa Indonesia yaitu tentang petunjuk penggunaan benda dan cara melakukan sesuatu. Kalau tidak salah materi ini diajarkan ketika kelas 3 SD. Petunjuk cara melakukan sesuatu ini dalam bahasa Inggris disebut procedur text dan biasanya judul procedur text diawali dengan “How to ... (Bagaimana cara...). Sesuatu yang dimaksud bisa berarti, benda, makanan, dan sebagainya. Sebagai contoh misalnya, How to operate computer ( Cara mengoperasikan komputer), How to make orange juice (Cara membuat jus jeruk) dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Procedure Text 

Untuk membuat teks prosedur maka kita harus memperhatikan syarat-syarat yang harus ada yaitu:
1. Menggunakan Simple Present Tense
2. Menggunakan kalimat perintah (Imperative) tanpa  subjek sehingga kalimat diawali dengan menggunakan kata kerja (verb), contohnya cut, boil, stir, plug in, dan lain sebagainya.
3. Menggunakan kata penghubung sebagai penghubung antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain contohnya first, firstly, second, secondly, then, next, after that, finally, last, dan sebagainya.
4. Menggunakan kata keterangan (Adverbs) untuk keterangan waktu (time), contohnya for 2 minutes, one hour, thirty minutes, dan juga untuk memberikan keterangan cara (manner), contohnya thoroughly, well, fast, dan sebagainya.

Tujuan Procedure Text

The purpose of Procedure Text is to make the reader understand how to make or how to operate something with a sequence of actions or steps. Artinya, tujuan dari teks prosedur adalah untuk membuat para pembaca paham atau mengerti bagaimana cara membuat atau melakukan sesuatu dengan serangkaian langkah secara berurutan.

Generic Structure of Procedur Text

Procedure Text memiliki struktur atau susunan yang sudah umum. Berikut ini adalah Generic Structure dari Procedure Text:
1. Title
Title (judul) merupakan goal (tujuan) dari procedure text. Intinya procedur text dibuat untuk memberikan informasi dan tujuannya terletak pada judul dari teks prosedur itu sendiri.

2. Materials/ Ingredients
Materials atau ingredients (bahan-bahan atau peralatan) merupakan daftar materi atau bahan-banan dan peralatan yang dibutuhkan dan harus ditulis dalam membuat procedure text.

Ada beberapa jenis procedure text yang tidak menggunakan bagian Materials/ Ingredients yaitu:
• Procedure Text yang menjelaskan cara melakukan sesuatu secara manual, misalnya How to use digital camera, How to use blender, How to clean notebook, dan sebagainya.
• Procedure Text yang menjelaskan cara melakukan aktivitas-aktivitas tertentu misalnya How to speak English well, How to play chest, dan sebagainya.
• Procedure Text yang berhubungan dengan kebiasaan atau sifat manusia, seperti How to succeed, How to be happy, How to move on, How to be a good person, How to look beautifully, dan sebagainya.

3. Steps 
Steps atau langkah-langkah merupakan penjelasan langkah-demi langkah yang ditulis secara berurutan dari awal hingga proses terakhir. Dengan demikian maka tujuan dari teks prosedur tersebut tercapai.

Contoh Procedur Text

Ada banyak sekali contoh procedur text. Berikut ini adalah beberapa contoh procedur text singkat agar mudah dihafalkan beserta terjemahannya agar mudah dipahami.

1. How To Make Mango Juice


Contoh Procedur text how to make mango juice

Materials:
• A glass of ice pack
• A spoon of sugar
• A piece of mango
• A half glass of water

Steps :
1. First, peel the mango and clean it
2. Next, cut the mango into pieces and put them into the juicer
3. Then, put the water, ice and sugar
4. After that turn on the juicer and wait about 15 seconds
5. Finally, pour the mango juice into the glass and ready to drink

Terjemahan :
 1. Cara Membuat jus mangga
Bahan:
• Segelas es
• Satu sendok gula
• Sepotong mangga
• Setengah gelas air
Langkah-langkah:
1. Pertama, kupas mangga dan bersihkan
2. Berikutnya, potong mangga menjadi potongan-potongan dan tempatkan ke dalam juicer
3. Kemudian, tempatkan air, es dan gula
4. Setelah itu hidupkan juicer dan tunggu sekitar 15 detik
5. Akhirnya, tuangkan jus mangga ke dalam gelas dan siap untuk diminum

2. How To Make Orange Juice


Contoh Procedur text how to make orange juice

Materials :
• 125 ml sugar
• 5 ml vanilla extract
• 1 handful ice cubes
• 165 ml orange juice concentrate
• 250 ml milk
• 250 ml water

Steps :
1. Combine all ingredients in blender except ice cubes.  .
2. Add ice cubes and blend until smooth
3. Pour in a glass

Terjemahan:
2. Cara Membuat Orange Juice
Bahan:
• 125 ml gula
• 5 ml ekstrak vanili
• 1 genggam es batu
• 165 m jus jeruk konsentrat
• 250 ml susu
• 250 ml air

Langkah-langkah:
1. Campurkan semua bahan dalam blender kecuali es batu.
2. Tambahkan es batu dan blender sampai halus
3. Tuang dalam gelas

3. How to Make Tomato Soup


Contoh Procedur text how to make tomato soup

Materials :
•  8 cups of water
•  ¼ teaspoon of pepper
• 3 small clove garlic
• ¼ teaspoon of butter
• 4 large tomatoes
• spices
• 1 small onion
• ½ teaspoon of salt

Steps :
1. Cut tomatoes, onions, and garlic into small pieces.
2. Fry them in a pan with butter for five minutes.
3. Add water, spices, salt and pepper.
4. Heat until the water boils.
5. Turn down the heat and cover with lid. Cook gently for one hour.

Terjemahan :
3. Cara Membuat Soup Tomat
Bahan:
• 8 gelas air
• ¼ sendok teh lada
• 3 siung bawang putih kecil
• ¼ sendok teh mentega
• 4 tomat besar
• bumbu-bumbu
• 1 bawang kecil
• ½ sendok teh garam

Langkah-langkah:
1. Potong tomat, bawang, dan bawang putih kecil-kecil.
2. Goreng dalam wajan dengan mentega selama lima menit.
3. Tambahkan air, rempah-rempah, garam dan merica.
4. Panaskan sampai air mendidih.
5. Kecilkan api dan tutup dengan tutupnya. Masak dengan api kecil selama satu jam.

4. How To Make Bolu Cake


Contoh Procedur text how to make bolu cake

Ingredients:
• 12 eggs
• 1/4 kg of butter
• 3/8 kg of sugar
• 2 sachet of vanilla
• 1/2 tbs of Ovalet
• 3 1/2 ons of wheat flour
• 5 tbs of milk powder
• 1 package of chocolate powder.

Steps:
1. Remove the egg yolk and albumen and place them in different bowl.
2. Mix the butter, sugar, vanilla, and ovalet for 10 minutes.
3. Put the yolk into the dough and blend again at least 10 minutes.
4. Pour the wheat flour little by little into the dough and stir well.
5. Pour the milk powder little by little into the dough and stir well.
6. Pour the chocolate powder little by little into the dough and stir well.
7. Blend the albumen around 5 minutes.
8. Pour the albumen into the dough. Blend them around 10 minutes.
9. Prepare a baking pan lubricated with butter. Pour the dough. Put into the oven and bake around 40 minutes in 25 degrees celcius.
10. Lift the cake and put on the plate. Spread some sugar on it. The bolu cake is ready to serve.

Terjemahan :
4. Cara Membuat Kue Bolu
Bahan:
• 12 telur
• 1/4 kg mentega
• 3/8 kg gula
• 2 sachet vanili
• 1/2 sdm Ovalet
• 3 1/2 ons tepung terigu
• 5 sdm susu bubuk
• 1 paket bubuk cokelat.

Langkah-langkah:
1. Lepaskan kuning telur dan albumen (putih telur) dan tempatkan dalam mangkuk yang berbeda.
2. Campur mentega, gula, vanili, dan ovalet selama 10 menit.
3. Masukkan kuning telur ke dalam adonan dan baur lagi setidaknya 10 menit.
4. Tuang tepung terigu sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk rata.
5. Tuang susu bubuk sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk rata.
6. Tuangkan cokelat bubuk sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk rata.
7. Haluskan albumen sekitar 5 menit.
8. Tuangkan albumen ke dalam adonan. Uleni sekitar 10 menit.
9. Siapkan loyang dilumasi dengan mentega. Tuang adonan. Taruh ke dalam oven dan panggang sekitar 40 menit di 25 derajat celcius.
10. Angkat kue dan tempatkan di piring. Taburi beberapa gula di atasnya. Kue bolu siap disajikan.

5. How To Make Fried Rice


Contoh Procedur text how to make fried rice

Material:
• 2 plates of rice
• 1 clove of garlic and onion
• 1 tablespoon tomato sauce
• 1 egg, beaten
• 100 grams of chicken meat
• 1 tablespoon cooking oil
• Salt

Steps:
1. First heat oil and saute garlic until the garlic smell out, and also saute onion.
2. After that add chicken, stir briefly until slightly cooked.
3. Next add the eggs, stirring until eggs are cooked cracked.
4. And then insert white rice, tomato sauce, and salt, mix well with the spices.
5. After suit your taste, you can add fried shrimp, or even crackers.

Terjemahan
5. Cara Membuat Nasi Goreng
Bahan:
• 2 piring nasi
• 1 siung bawang putih dan bawang
• 1 sendok makan saus tomat
• 1 butir telur, kocok
• 100 gram daging ayam
• Minyak goreng 1 sendok makan
• Garam

Langkah-langkah:
1. Pertama panaskan minyak, tumis bawang putih sampai bawang putih berbau, dan juga tumis bawang merah.
2. Setelah itu masukkan ayam, aduk sebentar sampai agak matang.
3. Berikutnya tambahkan telur, aduk sampai telur dimasak retak.
4. Dan Kemudian Masukkan nasi putih, saus tomat, dan garam, aduk rata dengan bumbu.
5. Setelah sesuai selera anda, anda dapat menambahkan udang goreng, atau bahkan kerupuk.

Demikianlah materi bahasa Inggris tentang Procedur Text, Definisi, Generic Structure, dan Contohnya yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat. Keep studying !

Bentuk-bentuk Tulang Daun pada Tumbuhan Hijau

Pada umumnya, semua tumbuhan memiliki daun meskipun ada juga tumbuhan yang tidak memiliki daun seperti kaktus. Namun sebenarnya kaktus memiliki daun hanya saja daunnya dimodifikasi menjadi duri.

Daun pada Tumbuhan 

Daun umumnya berwarna hijau dan tumbuh pada ranting. Hampir setiap daun memiliki zat hijau daun yang disebut klorofil. Klorofil sendiri adalah molekul dalam daun yang berperan sebagai penyerap energi dari cahaya matahari untuk mengubah H2O (air) dan CO2 (gas karbon dioksida) menjadi O2 (oksigen) dan gula. Proses penyerapan energi dari cahaya matahari menjadi bahan makanan tumbuhan pada daun disebut dengan fotosintesis. Selain untuk fotosintesis, daun juga digunakan tumbuhan sebagai alat pernapasan.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang daun untuk mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan bentuk tulang daunnya. Bentuk-bentuk tulang daun pada tumbuhan hijau dapat dibedakan menjadi 4 yaitu bentuk tulang daun menyirip, melengkung, menjari, dan sejajar.

Bentuk-bentuk Tulang Daun

Berikut ini adalah bentuk-bentuk tulang daun pada tumbuhan hijau beserta contoh tumbuhan lengkap dengan gambarnya.

1. Tulang Daun Menyirip


Contoh Tulang daun menyirip

Dilihat dari namanya yaitu menyirip maka tulang daun menyirip memiliki bentuk seperti susunan sirip ikan. Daunnya tersusun rapi mulai dari tangkai hingga ujung dari helai daun. Daun menyirip contohnya adalah daun mangga, daun jambu, daun nangka, daun rambutan dan masih banyak lagi.

2. Tulang Daun Melengkung 


Contoh Tulang daun melengkung

Tulang daun melengkung adalah daun yang memilki tulang daun berbentuk seperti garis-garis melengkung dengan ujung-ujung tulang daun yang terlihat menyatu sehingga bentuk daunnya pun cenderung agak melengkung. Daun dengan jenis tulang daun melengkung contohnya adalah daun gadung, daun waru, daun sirih, dan daun genjer.

3. Tulang Daun Menjari


Contoh Tulang daun menjari

Tanaman bertulang daun menjari memiliki bentuk daun dengan satu tulang daun yang cukup besar dan berbentuk seperti jari-jari tangan manusia. Daun dengan tulang daun menjari ini dapat kita jumpai pada daun singkong, daun pepaya, daun kapas, daun jarak, dan lain-lain.

4. Tulang Daun Sejajar


Contoh Tulang daun sejajar

Bentuk tulang daun sejajar seperti garis-garis lurus yang sejajar. Tiap-tiap ujung tulang daun ini menyatu. Daun dengan tulang sejajar juga terdapat pada daun yang memiliki satu tulang daun besar membujur ditengah sedangkan tulang-tulang lainnya lebih kecil dan semuanya terlihat mempunyai arah sejajar dengan tulang utama. Contoh daun sejajar misalnya daun tebu, daun padi, daun pohon jagung, daun kelapa, rumput dan yang lainnya.

Itulah pembahasan tentang Bentuk-bentuk Tulang Daun pada Tumbuhan Hijau yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Rumus Jarak pada Peta, Skala Peta, Jarak Sebenarnya

Pada pelajaran Matematika maupun IPS geografi pasti membahas tentang Peta termasuk menghitung, mencari, atau menentukan jarak pada peta, skala peta, jarak sebenarnya.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang rumus jarak pada peta, skala peta, jarak sebenarnya yang meliputi tentang cara menentukan jarak pada peta, cara menentukan skala peta, cara menentukan jarak sebenarnya.

Untuk menghitung, mencari, atau menentukan jarak pada peta, skala peta, jarak sebenarnya kita masih menggunakan segitiga ajaib seperti menghitung, mencari, atau menentukan volume, debit, dan waktu pada pelajaran Debit Air. Perbedaannya hanya pada hurufnya saja. Namun demikian tentunya huruf pada rumus mengandung pengertian yang tidak sama.

Rumus menentukan jarak peta, skala peta, jarak sebenarnya

Segitiga ini bisa membantu anak-anak untuk mencari jarak peta, skala peta, dan jarak sebenarnya. Anak cukup menutup dengan tangan satuan apa yang ditanyakan. Sehingga anak akan tahu tanpa menghafal, bahwa :

JP = Jarak Peta
S = Skala
JB = Jarak Sebenarnya
Cara menghafalkan rumus ini bisa menggunakan akronim Jampang Suka Jambu :) atau Jupe Suka Justin Beiber. Jangan Jupe ah ... !

Namun sebelumnya kita pahami dulu ya agar rumusnya nanti tidak terbalik-balik. Dan berikut ini pengertian tentang:

Jarak pada peta
Jarak pada peta adalah jarak antara satu wilayah ke wilayah lain yang ada pada peta mewakili jarak sebenarnya di atas permukaan bumi. Jarak pada peta ini biasanya menggunakan satuan cm.

Skala peta
Skala peta adalah rasio atau angka perbandingan antara jarak dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di atas permukaan bumi. Skala peta biasanya menggunakan perbandingan misal 1: 500.000 dibaca 1 cm pada peta mewakili 500.000 cm/ 5 km  (jarak sebenarnya) di atas permukaan bumi.

Jarak sebenarnya
Jarak sebenarnya adalah jarak sebenarnya antara satu wilayah ke wilayah lain. Jarak sebenarnya biasanya menggunakan satuan km.

Menentukan Jarak pada Peta

Berikut ini adalah contoh soal mencari jarak pada peta beserta cara menghitungnya menggunakan segitiga ajaib.

Contoh soal
Jarak kota A ke kota B 60 km. Jarak tersebut digambar pada peta dengan skala 1 : 1.500.000. Berapa cm jarak kota A-B pada peta?

Jawaban
Untuk mencari jarak pada peta, maka gunakan rumus segitiga ajaib seperti di bawah ini.

Rumus untuk menentukan jarak pada peta

Diketahui jarak sebenarnya = 60 km = 6.000.000 cm (jarak harus dirubah menjadi cm)
Skala peta = 1 : 1.500.000
Ditanyakan jarak pada peta?

JP = S x JB
JP = 1/1.500.000 x 6.000.000
JP = 4 cm
Jadi jarak pada peta adalah 4 cm

Menentukan Skala Peta

Berikut ini adalah contoh soal mencari skala peta beserta cara menghitungnya menggunakan segitiga ajaib.

Contoh soal
Jarak kota D - E adalah 320 km. Jika jarak kota D - E pada peta 8 cm. Tentukan skala peta !

Jawaban
Untuk mencari skala peta, maka gunakan rumus segitiga ajaib seperti di bawah ini.

Rumus untuk menentukan skala peta

Diketahui jarak sebenarnya = 320 km = 32.000.000 cm (jarak harus dirubah menjadi cm)
Jarak pada peta = 8 cm
Ditanyakan skala?

S = JP : JB
S = 8 : 32.000.000
S = 1/4.000.000
Jadi skala peta = 1 : 4.000.000

Menentukan Jarak Sebenarnya

Berikut ini adalah contoh soal mencari jarak sebenarnya beserta cara menghitungnya menggunakan segitiga ajaib. 

Contoh soal
Pada peta, jarak kota P ke kota R 12 cm. Skala peta 1 : 3.500.000. Berapa jarak kota P - R yang sebenarnya?

Jawaban
Untuk mencari jarak sebenarnya, maka gunakan rumus segitiga ajaib seperti di bawah ini.

Rumus untuk menentukan jarak sebenarnya

Diketahui jarak pada peta = 12 cm
Skala peta = 1 : 3.500.000
Ditanyakan jarak sebenarnya ?

JB = JP : S
JB = 12 : 1/3.500.000
JB = 12 x 3.500.000 (pembagian dengan pecahan harus dibalik)
JB = 42.000.000 cm = 420 km
Jadi jarak sebenarnya adalah 420 km

Itulah Rumus Jarak pada Peta, Skala Peta, Jarak Sebenarnya dengan segitiga ajaib yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat. Keep studying.

Jenis-jenis Pohon Peneduh yang Biasanya Ada di Tepi Jalan

Ketika melakukan perjalanan ke suatu daerah atau kota, kita pasti melihat deretan pepohonan yang rindang di sepanjang jalan raya. Pohon-pohon yang berada di sepanjang jalan itu sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Penghijauan dengan Pohon Peneduh

Pohon memiliki banyak manfaat yaitu sebagai penghasil oksigen yang sangat berguna bagi manusia dan hewan. Pohon juga bisa mencegah banjir dan longsor, mengurangi pencemaran udara, menyimpan air hujan dan mengurangi pemanasan global. Pohon juga dapat menyaring debu polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dan kebisingan yang ditimbulkan oleh banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang serta bangunan bertingkat yang banyak menggunakan kaca sehingga menyebabkan kenaikan suhu di lingkungan sekitar terutama di kota-kota besar.

Oleh karena itu penghijauan saat ini sangat dibutuhkan. Penghijauan untuk suatu kota yang padat penduduknya sangat membantu orang di sekitarnya. Pohon-pohon rindang yang ditanam di tepi jalan mampu meneduhkan jalan sehingga membuat pengguna jalan merasa sedikit lebih nyaman ketika cuaca sedang panas-panasnya apalagi di kota-kota besar yang rawan dengan kemacetan

Untuk menanam pohon sebagai pohon peneduh sendiri tidak boleh sembarangan. Ada kriteria tentang jenis pohon yang akan dijadikan sebagai pohon peneduh yaitu :
1. Menghasilkan oksigen yang memadai
2. Pohon rindang sehingga membuat teduh/ sejuk
4. Pohon menghasilkan buah sehingga mengundang burung
5. Pohon menghasilkan bunga sehingga membuat keindahan
6. Pohon tidak memiliki akar yang besar dan cepat tumbuh, agar tidak merusak konstruksi jalan .
7. Mempunyai akar yang dapat bertahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh getaran lalu lintas.
8. Pohon harus memiliki cabang dan ranting yang kuat dan tidak mudah tumbang.
9. Tidak memiliki buah yang terlampau besar agar tidak membahayakan pengguna jalan.
10. Sebaiknya dipilih tanaman yang mendatangkan keuntungan

Jenis-jenis Pohon Peneduh

Berikut ini adalah jenis-jenis pohon peneduh yang biasanya ada di tepi jalan maupun di sekitar lingkungan.

1. Pohon Bintaro

Pohon bintaro tanaman peneduh
Pohon bintaro adalah tanaman yang banyak dijumpai di sepanjang jalan protokol di kota-kota besar misalnya Surabaya. Tanaman yang memiliki buah mirip mangga ini sangat cocok dijadikan pohon peneduh karena memiliki daun berbentuk bulat telur berwarna hijau tua.

Bintaro memiliki buah yang sekilas nampak seperti buah mangga yang sedang ranum. Namun buah ini tidak dapat dikonsumsi karena mengandung racun yang sangat berbahaya. Bahkan ulat dan burung pun tidak berani mendekat begitu mencium aroma pohon ini. Daun dan buah bintaro mengandung zat yang dapat mempengaruhi jantung. Buahnya bisa digunakan untuk mengusir tikus sedangkan daunnya bisa membunuh ikan dan jentik-jentik nyamuk. Daun bintaro yang berguguran dan jatuh di kolam bisa menyebabkan ikan mati dalam hitungan detik.

Meskipun berbahaya, sejauh ini masih aman-aman saja asalkan tidak dikonsumsi sehingga pohon bintaro masih banyak digunakan sebagai tumbuhan penghijauan serta peneduh kota.

2. Pohon Tanjung

Pohon tanjung tanaman peneduh
Pohon tanjung memiliki batang yang tidak terlalu besar. Pohonnya juga tidak terlalu tinggi namun sangat rindang. Daunnya tidak mudah rontok sehingga tidak mengotori jalan. Rantingnya juga tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Bunganya berbau harum. Buah tanjung berwarna hijau dan jika sudah masak warnanya kuning kemerahan. Biji buah tanjung disebut kecik yang kerap dijadikan sebagai sarana bermain oleh anak-anak jaman dulu.

3. Pohon Ketapang

Pohon ketapang tanaman peneduh
Pohon ketapang berwujud ramping namun memiliki ranting yang tumbuh lurus sehingga cocok untuk dijadikan sebagai tanaman peneduh. Pohon ini memiliki daun berbentuk oval dan agak lebar. Daun ketapang berwarna hijau terang ketika masih muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun terjadi pergantian musim.

Pohon ketapang juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm. Biji ketapang bisa dimakan. Rasanya seperti kacang almond. Ada yang mengatakan lebih enak dari biji kenari. Maka tidak heran jika buah ketapang ini sangat disukai monyet. Di hutan, kita bisa menjumpai puluhan monyet bergelantungan di pohon ketapang yang sedang berbuah.

4. Pohon Bambu

Pohon bambu tanaman peneduh
Pohon bambu juga bisa dijadikan sebagai tanaman peneduh. Namun umumnya pohon ini hanya ditanam di daerah pedesaan. Kumpulan pohon bambu disebut barongan yang biasanya di tanam di kebun belakang rumah. Jika pun ada pohon bambu di sepanjang jalan perkotaan, maka sudah bisa dipastikan sebagai tanaman sejenis bambu hias.

5. Pohon Beringin

Pohon beringin tanaman peneduh
Tanaman beringin tergolong sebagai tanaman berukuran besar dan rindang. Diameter batangnya bisa mencapai 2 meter bahkan lebih dan tingginya bisa mencapai 25 meter. Pohon beringin umumnya dikenal sebagai pohon keramat yang dijadikan rumah makhluk astral. Biasanya kita dapat menjumpai pohon beringin ini di taman atau di alun-alun. Sebagai tanaman peneduh, pohon beringin masih sering kita jumpai di tepi jalan setapak di daerah pedesaan.

6. Pohon Kiara Payung

Pohon kiara payung tanaman peneduh
Pohon kiara payung merupakan salah satu tanaman peneduh yang menjadi favorit saat ini. Pohonnya yang rindang dan bertajuk luas serta kemampuannya menyerap CO2 sangat baik. Tingginya dapat mencapai 11 meter lebih dengan daun-daunnya yang rimbun sehingga meneduhkan tempat di sekitarnya. Pohon ini sangat cocok digunakan untuk menghias halaman rumah, sekolah, perkantoran, taman kota hingga jalan-jalan umum di perkotaan.

7. Pohon Mahoni

Pohon mahoni tanaman peneduh
Pohon mahoni merupakan tanaman yang besar dan tinggi. Pohon ini tumbuh lurus ke atas dengan tajuk tinggi sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh jalan karena bisa tumbuh hingga puluhan tahun. Tidak mudah tumbang karena memiliki struktur kayu yang kuat.

Selain sebagai tanaman peneduh, mahoni juga dimanfaatkan sebagai tanaman produksi. Hal ini dikarenakan kayu pohon mahoni bernilai ekonomis. Kayu pohon mahoni cukup keras, awet sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan furniture perkakas rumah tangga. Buah mahoni memiliki biji yang rasanya sangat pahit dan bisa digunakan sebagai obat herbal.

8. Pohon Kersen

Pohon kersen tanaman peneduh
Pohon kersen merupakan tanaman yang bisa tumbuh di mana saja. Ada yang menyebutnya pohon keres atau seri. Pohon kersen pada umumnya tumbuh di tepi jalan sebagai tanaman peneduh. Pohon ini bisa tumbuh liar tanpa perawatan khusus. Pohon kersen memiliki buah berbentuk bulat berwarna hijau, jika sudah masak warnanya kemerah-merahan dan rasanya manis.

9. Pohon Akasia

Pohon akasia tanaman peneduh
Akasia merupakan pohon dengan tinggi 15 sampai 20 meter. Pohon ini memiliki duri yang tersebar di seluruh cabang. Daunnya berbentuk lonjong dengan tulang daun menyirip. Bunga akasia umumnya tumbuh berkelompok. Warna bunganya bervariasi antara merah, putih, kuning muda, dan ungu. Sama seperti pohon penghijauan yang lain, akasia ramah lingkungan dan mampu menahan air dengan baik. Akasia memiliki beberapa manfaat bagi manusia.

10. Pohon Angsana

Pohon angsana tanaman peneduh
Angsana atau yang dikenal dengan nama sonokembang merupakan sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dan memiliki nilai ekonomi di pasar dunia. Tanaman ini biasanya menghiasi pinggiran jalan raya perkotaan sebagai pohon peneduh dan memang terlihat indah karena memiliki bunga yang menyedapkan pemandangan.

11. Pohon Flamboyan

Pohon flamboyan tanaman peneduh
Flamboyan merupakan tanaman yang khas dengan pohon besar berbunga merah cerah. Bunganya yang super cantik menjadi fenomena unik yang selalu dinanti-nanti. Pohonnya yang berbatang kokoh dan tumbuh menjulang ini mampu memberikan keindahan yang menakjubkan. Maka tidak heran jika pohon flamboyan ini banyak ditanam di tepi jalan sebagai peneduh sekaligus untuk keindahan.

12. Pohon Asam Jawa

Pohon asam jawa tanaman peneduh
Tanaman asam memiliki bentuk pohon yang tinggi, rindang, serta berakar kuat. Tanaman asam jawa memang sengaja ditanam untuk peneduh di jalan raya. Pohon asam juga bisa berperan sebagai bahan penghijauan dan untuk menahan angin. Pohon ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki kawasan yang gersang dan tandus. Selain sebagai pohon peneduh, buahnya yang sudah tua dan masak bisa dikonsumsi sebagai manisan yang sudah tentu rasanya manis-manis asam.

13. Pohon Trembesi

Pohon trembesi tanaman peneduh
Pohon ini banyak ditanam sebagai peneduh jalan. Pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa. Usia pohon trembesi bisa mencapai ratusan tahun. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. Biji buah pohon trembesi yang disangrai bisa dijadikan camilan.

14. Pohon Glodokan Tiang

Pohon glodokan tiang tanaman peneduh
Pohon glodokan tiang merupakan salah satu tumbuhan peneduh yang umumnya ditanam karena efektif dalam mengurangi polusi suara. Pohon glodokan tiang tumbuh menjulang ke atas. Kenampakan pohon ini seperti piramida simetris. Bentuk daun menyirip dengan tepi bergelombang serta berwarna hijau.

Pohon glodokan tiang ini sering kita jumpai di jalan-jalan umum dengan pola berbaris sebagai tanaman peneduh. Pohon ini mampu memberikan keindahan kepada setiap pasang mata yang memandang.

15. Pohon Bungur

Pohon bungur tanaman peneduh
Bungur merupakan tumbuhan perdu yang dikenal sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan. Bunganya berwarna merah jambu. Bila mekar bersama-sama akan tampak indah seperti bunga sakura sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pohon peneduh sekaligus sebagai tanaman hias di tepi jalan.

16. Pohon Cemara Bundel

Pohon cemara bundel tanaman peneduh
Pohon cemara biasanya sering di tanam di pinggir jalan. Selain cocok untuk penghijauan, pohon ini juga indah. Maka tidak heran jika cemara kini menjadi tanaman hias. Tidak semua cemara memenuhi kriteria untuk penghijauan. Namun cemara bundel layak dipertimbangkan. Tingginya mencapai 20 meter. Mampu menghisap polutan dan juga rindang. Pohon cemara sering kali kita jumpai di pekarangan atau lapangan.

17. Pohon Johar

Pohon johar tanaman peneduh
Johar merupakan pohon yang sangat umum ditanam di pinggir jalan sebagai tanaman peneduh. Johar memiliki bunga berwarna kuning dan daun majemuk dengan pola menyirip ditambah untaian buah polongnya yang biasa kering di tangkainya. Johar termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan mampu beradaptasi pada daerah kering sehingga sering dimanfaatkan sebagai pohon pelindung atau sebagai tanaman perintis.

18. Pohon Palem Raja

Pohon palem raja tanaman peneduh
Palem raja biasanya digunakan untuk penghijauan sekitar komplek perumahan atau tempat yang tidak membutuhkan ruang besar. Tumbuhan ini tidak bercabang dan mampu tumbuh hingga 20 meter. Selain sebagai penyejuk udara, palem raja juga sering digunakan sebagai pohon hias.

19. Pohon Palem Putri

Pohon palem putri tanaman peneduh
Palem putri memiliki bentuk seperti palem raja, namun bentuknya lebih kecil sehingga disebut palem putri. Palem ini mampu memberikan keindahan ketika memiliki buah.

20. Pohon Matoa

Pohon matoa tanaman peneduh
Matoa adalah tanaman buah asli khas Papua. Tanaman matoa bisa tumbuh di mana saja. Tanaman ini sejenis tumbuhan pohon besar. Tinggi pohon rata-rata 16 meter dengan diameter rata-rata maksimum 90 cm. Meskipun matoa sebenarnya tumbuh liar di hutan-hutan Papua, tapi ternyata pohon ini juga banyak tumbuh di daerah-daerah lain.

Buah matoa berbentuk bulat agak lonjong berwarna hijau. Jika sudah matang warnanya berubah menjadi coklat kehitaman. Rasa buah matoa terbilang sangat lezat. Itulah sebabnya kini matoa banyak ditanam di kebun atau pekarangan rumah.

Itulah Jenis-jenis Pohon Peneduh yang Biasanya Ada di Tepi Jalan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.